PENGALAMAN BERSAMA BNI: LIFE GETS EASIER #70TahunBNI

Posted by Education World on Friday, 27 May 2016





 “A penny saved, a penny earned”.

Ya begitulah kalimat yang aku baca di majalah Bobo ku dulu. Waktu kecil memang gemar banget menabung. Tiap sekolah, aku yang dikasih uang saku sebesar 5000 hampir selalu kusisihkan 1000 untuk kutabung di celengan kesayanganku yang berbentuk kapten slam-dunk. Iya slam-dunk. Lucu banget memang wadah nya ini, -that’s why I’m on fire for saving money-. Kucemplungkan penny demi penny dengan harapan bisa foya-foya beli es krim 1 truk di akhir tahun. Akhir tahun pelajaran pun tiba, saatnya menghancurkan celengan ini dan melihat harta karun firaun yang telah kutimbun sebelumnya. 

“HEHHHHHHH, WHERE DID ALL MY MONEY GO??!!”

Panik dong. Ekspektasi ratusan ribu terkumpul ternyata cuman ada 26000 di kantong. Harapan beli es krim 1 tronton sirna seketika. Huft. Kezel ternyata dibawah celengan selama ini ada lubang, yang setiap hari diambil ibukku untuk masak sayur. Money in,money out ini namanya. Sempat kesal dan kerajinanku untuk menabung vakum 8 tahun. Haha. 2 periode presiden cuy ga nabung.
Sampai akhirnya aku duduk di bangku SMA kelas 2. Waktu itu aku menang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang fisika tingkat Kabupaten Sukoharjo. Ya pasti dapet hadiahlah ya. 3.5 juta rupiahhh yeay. Seneng banget anak desa umur 16 tahun dapet uang segitu banyaknya. Ya ampun udah kepikiran beli ini itu main sana sini. Sebelum pulang kerumah, ku sempat berpikir, bagaimana ya uang ini bisa aku pegang sendiri tanpa campur tangan orang tua biar ga bocor lagi haha. Sampai akhirnya aku kenal yang namanya BANK. 

Telat banget emang umur 16 tahun baru kenal bank, padahal ujian ekonomi tiap hari bahas bank, murabahah, mudharabah, dan hah hah hah yang lain. Tapi, setelah ku pergi ke bank BNI cabang Kartasura -place where I born-, ternyata ada syarat tanda tangan orang tua. Huft. Mau kemanapun tetap harus kasih tau orang tua kayanya. Akhirnya setelah submit formulir pembukaan rekening, foto copy akta kelahiran, dan KTP orang tua, tadaa… My very first bank account had been created. Gila senang sekali waktu itu ditambah dikasih kartu debit pula sama pihak banknya.

Setelah punya kartu debit sendiri, hidupku terasa lebih mudah waktu itu. Apalagi pas masa kelam penuh penderitaan, kelas 3 SMA. Dimana masa-masa ini, aku harus bayar buku sana sini, beli buku online, bayar try out, dan huftina huftina lainnya yang bikin kantong jebol. Namun, kemudahan membayar mulai kurasakan saat itu. Aku tidak perlu membawa uang tunai, pergi ke tempat mas/mbak penyelenggara try outnya, bayar, dikasih kembalian receh, pulang. Haha. Ga seperti itu. Aku cukup mentransfer sebesar nominal yang disebutkan lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM), ketik nomor rekening tujuan, dan voila, masalah sudah selesai. Wuih, canggih juga jaman sekarang. Aku memang merasa ketinggalan daripada anak kota lainnya, tapi setidaknya aku merasa diriku paling canggih di keluargaku haha. Di masa SMA ini, penggunaan akan kartu BNI hanyalah sebatas membayar, tarik tunai, dan hal kecil lainnya. 

Hingga akhirnya aku diterima di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2014, aku sangat senang sekali, karena merupakan orang pertama dari SMA ku sejak 4 tahun yang lalu. Bangga sekali. Namun bangga itu perlahan berubah menjadi sedih. Sedih karena aku dan dia terpisahkan 840 km eaa, sedih karena sekarang makan tidak gratis lagi, sedih karena harus terpisah sama orang tua. Kehidupan awal di bangku perkuliahan terasa sangat berat. Apalagi karena uang jajan yang semakin berkurang. Untunglah ada BNI yang menjadi jembatan antara aku dan keluarga ku. Lewat BNI lah orang tuaku mentransfer uang jajan bulananku. Keuntungan memakai BNI semakin kurasakan. Banyaknya ATM yang tersebar di sekitar kampusku membuat kemudahan dalam bertransaksi semakin terasa. Dari asramaku di daerah cisitu, Kota Bandung, setidaknya ada 3 ATM terdekat yang bisa aku capai. Ini merupakan yang paling banyak dibandingkan bank lain lo. Jadi ga perlu repot repot juga naik angkot pergi 2000 perak pulang 2000 perak.

Di kampus, aku mengikuti unit kebudayaan Keluarga Paduan Angklung (KPA ITB) dan cukup sering juga ikut kepanitiaan kampus. Saat itu aku tergabung dalam tim sponsorship dan disitu aku baru mengetahui, kalau BNI ternyata punya program Sosial-Masyarakat juga, dimana BNI memberikan sumbangan dana bagi kegiatan-kegiatan di kampus sebagai wujud baktinya terhadap masyarakat dan mahasiswa. Gila, BNI keren abis. Berkat BNI ini, acara kampus ku bisa jalan dan aku bisa belajar berkemahasiswaan juga di dalamnya. Ternyata selain mensponsori kegiatan mahasiswa, wujud bakti BNI kepada masyarakat antara lain pemberian beasiswa, pelaksanaan kegiatan masyarakat seperti pembangunan selasar, dll. Mantab memang BNI.

Tingkat pertama di kampus ITB sudah kulalui dengan sedikit (re:sangat sangat banyak) menemui hambatan dan terjal dan sesak napas dan kurang tidur dan dan lainnya haha. Tapi alhamdulillah bisa lulus TPB. Waktu tingkat 2, aku mendaftarkan diri sebagai tutor Asrama Kidang Pananjung dan menjabat sebagai Tutor Keuangan Asrama Internasional. Nah, aku kembali merasakan kemudahan dengan BNI. BNI yang merupakan mitra resmi ITB dalam pembayaran asrama memberikan kemudahan bagi penghuni asrama, yakni dengan sistem host-to-host. BNI yang membuka kantornya di dalam kampus, menjadi sarana pembayaran uang asrama bagi mahasiswa bidikmisi. Mahasiswa tinggal bawa uang, serahin duit, udah deh, asrama lunas nas nas. Sebelumnya sistemnya ribet banget, kita harus bawa uang ke kantor asrama, dapat surat cap, terus balik lagi, terus kesana kemari, dannnn belum selesai juga haha. Dengan sistem host-to-host ini, mahasiswa jadi tidak ribet dan tentunya saya jadi tidak pusing untuk merekapnya hehe. Thanks BNI.

Manfaat lainnya pakai BNI adalah kemudahan dalam membayar tiket Kereta Api. Sebagai mahasiswa perantauan, tentu sakit kangen rumah alias homesick selalu melanda setiap saat (Bukan hanya Rexona saja). Nah, BNI menyediakan layanan pembayaran tiket online lo. Jadi, gaperlu tuh namanya antre 3 jam di stasiun panas panas ke Stasiun Bandung. Ongkos berangkat 5000, ongkos balik stasiun 5000 lagi, belum beli Pocari Sweat 12000, bisa tekor #SaveDuitAnakKos. Cukup pesan lewat aplikasi Tiket Kereta Api, catat booking code nya, bayar ke ATM. Sudah! Iya, gitu doang!. Selamat menikmati indahnya kampung halaman.

Sempat terbesit pikiran, kenapa BNI tidak membuat semacam cara gitu buat cek saldo jadi aku tinggal buka aplikasi atau sms dan tahu deh saldo ku tanpa jalan 100 m dulu ke ATM. -Yaelah mager banget Hanang-. Nah, kesel punya kesel, ternyata itu semua sudah dijawab oleh BNI. Haha. Suatu hari saat Dies Natalis, aku berkunjung ke Home Tournament yang diselenggarakan oleh Rektorat ITB bersama teman asramaku. Disitu ternyata BNI punya stand lumayan besar dan mbak penunggunya lumayan cantik. Ya itung-itung pdkt -padahal udah tua-, aku nanya-nanya soal keluhan ku tadi dan ternyata itu sudah dijawab oleh layanan BNI namanya SMS Banking. Yaampun sorry BNI sempet menggerutu tentangmu selama ini. Seminggu setelahnya, aku langsung aktifin deh. Cara aktifinnya ternyata mudah banget. Mau share juga langkah-langkahnya nih hahaha:
1.       Datang ke ATM BNI terdekat
2.       Pilih menu ‘Registrasi e-Channel’
3.       Pilih SMS Banking
4.       Masukin nomor ponsel
5.       Buat PIN
Terus kalo berhasil, kalian akan di SMS sama mbak mbak BNI nya lo. Tapi ada satu kekurangan ni kalo daftarnya lewat ATM. Berdasarkan penjelasan mbaknya kemarin, kita hanya bisa transaksi non-tunai seperti cek saldo, dll. Tapi I think it’s more than enough kok mbak haha. Kalo mau bisa transfer dan transaksi tunai lainnya, kita harus daftar lewat kantor bank dan ketemu mbak-mbak teller cantiknya. La enak kan.

Banyak lagi lo manfaat yang aku peroleh dari BNI ini. 5 tahun pakai BNI, aku ga pernah pakai yang namanya kartu debit buat belanja. Norak sekali memang. Sampai ketika kira-kira seminggu yang lalu, aku dan temenku pergi ke Toko Buku Gramedia. E ternyata disana lagi ada diskon 20% untuk all books dan 30% untuk pemegang debit BNI. Pikirku, yaudahlah beda 10% doang cash aja gapapa. E temenku ini malah bego-begoin aku. Ternyata kartu BNI ku selama ini bisa dipakai juga buat transaksi belanja dan banyak diskon menarik!. Ulululu senengnya minta ampun. Akhirnya aku dan temanku (Sebut saja Baim), beli 3 items buku, Games of Thrones, The Silmarillion dan Inferno. Total yang harusnya 400 ribuan, menjadi 340ribu saja. Sungguh nikmat Tuhan lewat BNI bagi anak kos irit macam saya ini. Semenjak tahu kalo ternyata kartu debit aku bisa buat transaksi belanja, aku jadi rajin buat liat promo di newsletter nya BNI haha. Oiya, ada aplikasi terbaru lo buat liat-liat promo menarik dari BNI. Namanya Kartoo. Hayo, ini seperti nya aplikasi wajib bagi anak kos pemburu diskon seperti aku haha. Tampilannya ntar seperti ini:


Bisa dicek setiap detik, menit, jam biar ga ketinggalan. #SaveDuitAnakKos. 

Itulah sepenggal pengalaman tentang kehematan, kemudahan, dan kenyamanan yang aku peroleh selama bersama BNI. Life gets easier. Aku yang dulunya norak banget tidak kenal yang namanya perbankan, sekarang malah tiap hari bergantung padanya. Dari mulai kiriman orang tua, uang beasiswa, transfer kebutuhan, diskon-diskon cantik, semunya ternyata ada di genggaman dengan BNI. Terima kasih Bank BNI.

Semoga selalu menjadi bank terdepan dan semakin meningkatkan kualitas dan pelayanan untuk para nasabahnya.
Selamat Ulang tahun Bank BNI!
#70TahunBNI




---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tulisan ini ditujukan untuk kompetisi blogging dalam rangka #70TahunBNI dengan tema Pengalaman Bersama BNI: Loyalitas terhadap BNI
Akun facebook : https://www.facebook.com/hananghimawan
Akun Twitter    : https://twitter.com/hananghimawan  
More aboutPENGALAMAN BERSAMA BNI: LIFE GETS EASIER #70TahunBNI

Korosi Pada Baja Tulangan

Posted by Education World on Saturday, 12 December 2015

Korosi yang terjadi pada baja tulangan adalah korosi seragam atau biasa disebut uniform corrosion. Korosi memang hanyalah fenomena dipermukaan material, tetapi jika korosi telah terjadi dalam waktu yang lama dan tidak ditangani dengan baik maka fenomena korosi yang terjadi dipermukaan material akan masuk lebih dalam dan bisa menimbulkan craking pada material, hal ini tentu saja sangat merugikan, baja tulangan yang seharusnya dapat menahan beban yang telah ditentukan oleh arsitek akan berkurang kekuatannya dan akan membahayakan penghuni bangunan jika tidak segera ditangani dengan baik. Biaya yang besar tentu harus dikeluarkan untuk mengatasi kasus seperti ini, karena bangunan telah berdiri dan korosi yang telah terjadi sudah parah.
Gambar 1. Baja tulangan yang digunakan pada struktur bangunan sudah terkorosi dengan parah
Selain dilihat dari faktor biaya, kejadian ini akan membahayakan penghuni bangunan, bayangkan jika hal semacam ini tidak ditangani dengan baik dan hanya dianggap hal sepele, memang dalam waktu beberapa bulan mungkin tidak akan terjadi apa-apa tetapi ketika telah beberapa tahun, mungkin saja hal yang tidak diinginkan akan terjadi.
Sering kita melihat beton yang berwarna kuning kemerahan seperti berkarat, tetapi jarang orang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.  Hal ini bisa saja disebabkan oleh struktur baja yang terdapat didalam bangunan terkorosi. Jika hal ini terjadi di sebuah tempat yang harus mencerminkan suatu keindahan, kesempurnaan seperti contohnya perusahaan besar, mall, jembatan layang, hal ini akan mencitrakan tempat itu berkurang keindahannya. Kredibilitas tempat itu pun jadi taruhannya.
  
2  Penyebab Korosi Pada Baja Tulangan
Setiap konstruksi setelah dibangun harus dilakukan evaluasi secara terus menerus untuk menentukan kinerja bangunan. Ambruknya suatu infrastruktur, seperti jembatan, jalan layang, dermaga dan lain-lain, secara tiba-tiba sering kali membawa korban manusia dan kerugian finansial yang sangat besar. Hal ini merupakan bagian dari tugas pemilik bersama pihak yang berkepentingan untuk menjamin keselamatan masyarakat umum sebagai pengguna. Salah satu penyebab kerusakan bangunan dilingkungan laut adalah korosi pada beton dan tulangan.
Secara umum, tulangan baja didalam beton tidak akan terkorosi, karena beton pada umumnya memiliki PH tinggi (sekitar 12.5), Sifat PH tinggi atau basa / alkali pada beton terjadi saat semen tercampur dengan air. Karena sifat alkali ini, dipermukaan baja dalam beton terbentuk sebuah lapisan pasif yang menyebabkan baja terlindung dari pengaruh luar. Baja baru bisa terkorosi bila lapisan pasif ini rusak (PH Beton turun), yang biasanya disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :http://daftarbahanbangunan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
·            Karbonasi (carbonation)
Proses karbonasi terjadi karena adanya interaksi dari karbon dioksida (CO2) di udara bebas / atmosfer dengan ion hidroksida didalam beton. Hasil dari interaksi tersebut menyebabkan PH beton turun (< 9) dan ini mengakibatkan penurunan ketahanan dari lapisan pasif di permukaan baja tulangan.
·            Klorida (Chlorides)
Ion klorida mempunyai kemampuan untuk penetrasi kedalam beton dan merusak lapisan pasif dipermukaan baja dan logam. Ion klorida bisa berasal dari lingkungan eksternal, misalnya air laut atau proses hyrolysis auto katalisis dari bahan logam itu sendiri yang menyebabkan baja terkorosi.
·            Garam Magnesium (Magnesium Salts)
Karena pada laut mengandung 3200 ppm bahan setara MgCl2, hal ini sudah cukup untuk melemahkan Portland Cement Hydrates dari serangan ion Mg. Hasil reaksinya akan menyebabkan kehilangan material (material loss) dan dapat melunakkan beton (soft).
·            Serangan Sulfat (sulphate attack)
Sulfat alami (natural sulphate) dan bahan polutan dari dalam tanah atau air laut dapat menyebabkan serangan Sulfat kedalam beton. Ion sulfat dari air laut akan bereaksi dengan hydrates dari portland cement yang dapat menyebabkan penurunan mutu beton, membuat beton menjadi lemah / lunak dan rapuh (brittle).
·            Serangan Asam oleh Bakteri
Pada bak tempat penampungan minyak mentah, struktur bawah dari bangunan offshore, pada daerah pantai yang air lautnya diam dan suhunya cenderung tetap (Oil Well 70-80 °C) atau (45-50 °C) akan berpotensi menumbuhkan mikroba aktif yang menghasilkan karbon dioksida serta dapat menurunkan PH air. Hal ini akan berpotensi menyebabkan proses korosi pada struktur beton, baja maupun bahan logam yang terdapat pada daerah tersebut.
Pada korosi jenis ini, kerusakan terjadi pada tulangan di dalam beton. Ini disebabkan karena tulangan di dalam beton bereaksi dengan air dan membentuk karat. Karat yang terbentuk pada tulangan ini mengakibatkan pengembangan volume besi tulangan tersebut. Pengembangan volume ini kemudian mendesak beton sehingga beton tersebut retak, terkelupas atau pecah, sehingga daya dukung dan dimensi beton menjadi berkurang.
3   Proses Terjadinya Korosi
Korosi yang tetrjadi pada baja tulangan bisa terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:
v   Baja tulangan yang akan digunakan untuk struktur bangunan tidak diproteksi.
v   Adanya air dari hasil sisa-sisa reaksi antara air dan semen.
v   Tembok atau beton yang menggunakan baja tulangan tidak kedap air.
Jika baja tulangan yang akan digunakan untuk struktur bangunan tidak diproteksi, akan menimbulkan resiko korosi pada baja tulangan. Ada berbagai cara untuk terjadi korosi pada baja tulangan. Air dapat masuk ke dalam beton dan sampai ke tulangan melalui 2 cara, melalui air yang masuk dari luar atau uap air di udara melalui pori-pori beton karena beton tidak kedap air. Bila ada sisa-sisa air yang tidak ikut tereaksikan pada saat pencampuran semen dengan air. Air yang tertinggal bisa mengenai baja tulangan dan akan menyebabkan korosi pada baja tulangan yang tidak diproteksi karena unsur-unsur yang ada pada air akan bereaksi dengan baja yang akan menyebabkan baja menjadi terkorosi.
Gambar 2. Mekanisme terjadinya korosi pada baja tulangan
Tembok atau beton yang menggunakan struktur baja tulangan yang tidak kedap air juga dapat menimbulkan korosi pada baja tulangan, hal ini memungkinkan air yang ada diluar tembok atau tergenang d atas tembok dapat masuk kedalam tembok atau beton, setelah air sampai di daerah baja tulangan maka baja tulangan akan bereaksi dengan air yang masuk dari luar tembok dan akan menghasilkan proses korosi.
Korosi yang terjadi pada baja tulangan bisa menimbulkan cracking pada tembok atau beton, hal ini dikarenakan adanya seolah-olah penebalan pada permukaan baja tulangan akibat adanya produk korosi yang berupa oksida. Pada saat terjadi penebalan ini, pada tingkatan yang parah tembok atau beton tidak akan sanggup menahan laju penebalan ini sehingga terjadilah cracking pada paermukaan tembok atau beton.
4   Dampak dari Baja Tualangan yang Mengalami Korosi.
Terjadinya korosi pada suatu bangunan dapat mempengaruhi masa pakai bangunan tersebut, karena kinerja komponen struktur bangunan menurun. Guna mencapai umur bangunan sesuai dengan rencana diperlukan pemeliharaan bangunan dan perawatan bangunan secara terus menerus. Adapun beberapa kerugian yang timbul akibat korosi pada suatu konstruksi yaitu:
*             Keluarnya biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan karena korosi.
*             Kekuatan bangunan yang akan berkurang.
*             Membahayakan keselamatan.
*             Mengurangi keindahan bangunan.
5   Pencegahan Korosi pada Baja Tulangan.
Jika kita tidak mau berbagai dampak negatif yang telah dibahas diatas terjadi pada bangunan tentu kita harus melakukan pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi. Pencegahan korosi pada baja tulangan dapata dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
ü   Memproteksi baja tulangan yang akan digunakan.
ü   Proteksi Beton dengan cat waterproof
ü   Monitoring.
Ada beberrapa hal yang perlu dilakukan agar baja tulangan yang digunakan pada struktur bangunan tidak mengalami korosi. Sebelum baja tulangan digunakan kita harus melihat apakah sudah terjadi korosi pada permukaan baja tulangan akibat dari penyimpanan yang kurang baik di udara terbuka dalam jangka waktu yang tertentu, jika baja tulangan sudah terlihat kemerahan akibat korosi bersihkan permukaannya agar produk korosi hilang dari permukaan material. Setelah itu proteksi baja tulangan dengan cat, proteksi dengan cat bisa menekan biaya yang diperlukan untuk memproteksi baja tulangan.
Jika baja tulangan telah digunakan pada struktur bangunan tanpa diproteksi terlebih dahulu, dapat dilakukan tindakan pengamanan dengan cara melapisi permukaan bangunan dengan cat. Jika permukaan bangunan itu tidak kontak langsung dengan cuaca dapat dicat dengan cat tembok, tetapi jika permukaan banguna itu akan kontak langsung dengan cuaca harus dilapisi dengan cat yang tahan dengan cuaca (weather shield).
Hal yang tak kalah penting adalah monitoring secara teratur, agar diketahui jika ada sesuatu yang tidak normal dengan bangunan. Hal ini tidak hanya berfungsi untuk mengontrol korosi yang terjadi, tetapi juga hal-hal lain yang diaanggap perlu untuk merawat bangunan.
More aboutKorosi Pada Baja Tulangan

Korosi dan Galvanisasi

Posted by Education World

Galvanisasi
Galvanisasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi/ menghindari proses korosi dengan melapisi logam yang kita ingin lindungi dengan logam lain yang lebih mudah terkorosi. Ide galvanisasi sendiri berawal dari proses sel galvani dan korosi galvani.
Sel galvani
Sel galvani atau disebut juga sebagai sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang spontan. Reaksi redoks spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi Galvani dan Alessandro Guiseppe volta.

Contoh rangkaian sel galvani.
Sel galvani terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
  • Voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel.
  • Jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan.
  • Anoda, elektroda negatif tempat terjadinya reaksi oksidasi.
  • Katoda, elektroda positif tempat terjadinya reaksi reduksi .

Proses pada sel galvani
Pada anoda, logam Zn melepaskan elektron dan menjadi Zn2+ terlarut.

Pada katoda, ion Cu2+ menangkap elektron dan mengendap menjadi logam Cu.

Hal ini dapat diketahui dari berkurangnya massa logam Zn setelah reaksi, sedangkan massa logam Cu bertambah. Reaksi total yang terjadi pada sel galvani adalah:



Galvanic Corrosion
Dalam pencegahan korosi, digunakan juga konsep galvani ini yang disebut dengan Galvanic corrosion. Galvanic corrosion terjadi ketika dua buah logam yang dihubungan secara fisik akan mengalami korosi, namun korosi hanya akan terjadi pada salah satu logam saja. Galvanic corrosion terjadi akibat adanya perbedaan galvani series, hal tersebut mengakibatkan hanya logam yang lebih mudah terkorosi saja yang akan terkorosi. Semakin inert suatu logam maka akan semakin susah terkorosi. Hal tersebut mirip dengan galvani sel dimana salah satu logam (misal Zn pada proses galvani Zn dan Cu) akan berkurang massanya akibat elektron terlepas dari logam tersebut. Salah satu contoh galvani corrosion adalah adalah baja yang dikelilingi oleh magnesium (gambar dibawah). Akibat perbedaan galvani series yang cukup besar, magnesium menjadi terkorosi, sedangkan inti baja tidak terkorosi sama sekali.
Galvanisasi
Galvanisasi adalah proses pelapisan logam dengan logam lain yang lebih mudah terkorosi, hal tersebut dimaksudkan untuk melindungi logam bagian dalam dari korosi, baik terlindungi secara posisi juga secara kimia. Galvanisasi juga bermaksud untuk membentuk logam yang mudah terkorosi tersebut menjadi ‘anoda korban’, yaitu anoda yang sengaja dikorbankan terkorosi.
Pada umumnya, pelapisan besi atau baja menggunakan zinc atau seng. Hal tersebut dikarenakan zinc lebih cepat terkorosi dibandingkan dengan besi atau baja, zinc juga lebih murah dan mudah ditemukan. Bahan lain yang biasa digunakan sebagai pelapis adalah alumunium.

Salah satu cara galvanisasi adalah dengan Hot-dip Galvanization­ atau dengan mencelupkan bahan ke dalam logam pelapis cair. Berikut merupakan tahap Hot-dip galvanization :
Membersihkan minyak dan lemak (grease), proses yang pertama kali dilakukan adalah dengan membersihkan permukaan logam yang akan dilapisi. Permukaan tersebut harus dibersihkan agar lapisan dapat melekat pada logam dengan baik. Pada tahap ini permukaan logam yang akan dilapisi dibersihkan dari debu, tanah, minyak dan lemak dengan menggunakan pembersih alkali yang panas.
Pickling, pada tahap ini permukaan dibersihkan dari karat agar logam menjadi lebih murni, dan siap untuk dicelupkan. Tahap ini berlangsung selama 30 sampai 1 ½ jam tergantung dari ketebalan karat tersebut.
Fluxing, ini merupakan tahap terakhir dari pembersihan permukaan logam. Fluxing bermaksud untuk menghilangkan oksida yang ada di permukaan dan oksida yang mungkin terbentuk dengan menggunakan larutan zinc ammonium chloride.
Galvanisasi, tahap ini merupakan tahap pelapisan logam dengan menggunaan zinc. Baja yang akan dilapisi kemudian dicelupkan ke dalam larutan zinc yang bersuhu sekitar 840o F (449o C). ketika baja tersebut dicelupkan maka akan terbentuk lapisan zinc-baja yang tahan terhadap goresan, sedangkan pada bagian paling atas akan dilapisi oleh zinc murni. Zinc yang biasa digunakan adalah zinc dengan kemurnian 98%. Zinc yang berlebih akan dilepaskan dengan cara dialirkan, digetarkan atau disentrifugal. Baja tersebut kemudian didinginkan di air ataupun di udara bebas. Agar baja-zinz tersebut lebih tahan pada berbagai macam cuaca dan kondisi, baja-zinc tersebut kemudian dilapisi atau disemprot dengan cat atau semacamnya.
Pemeriksaan, langkah terakhir adalah pemeriksaan untuk melihat apakah hasil sudah sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat ketebalan zinc, keseragaman (uniformity), kerekatan, dan penampilannya. Standar yang biasa dilakukan adalah ASTM, the Canadian Standards Association (CSA), and the American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO). Standar-standar tersebut melingkupi semua yang dibutuhkan pada galvanisasi baik dari ketebalannya, keseragamannya, kerekatannya dan penampilannya.

Salah satu tujuan lain digunakannya zinc sebagai pelapis adalah untuk membentuk lapisan tipis zinc carbonate yang rapat, kuat, dan susah dipecahkan untuk menghindari korosi lebih lanjut. Zinc yang  dipakai untuk menjadi anoda korban akan terpapar udara karena letaknya yang paling luar, ketika bereaksi dengan oksigen akan membentuk zinc oksida, kemudian akan membentuk zinc hidroksida ketika bereaksi dengan uap air di udara. Ketika zinc hidroksida bereaksi dengan karbon dioksida, maka akan terbentuk zinc karbonat. Zinc karbonat inilah yang kemudian akan menjadi ‘tameng’ korosi.
More aboutKorosi dan Galvanisasi

5 Tempat Paling Unik di ITB yang wajib kamu ketahui

Posted by Education World on Sunday, 22 November 2015

Malam sobat hanang, di malam ini, ku sendiri, tiada yang menemani. Halah. Jadi ceritanya aing abis nyetarbak sama ma best friend -ditraktir- haha. Mana mau aing ngeluarin duit buat kopi semahal itu pake duit sendiri wkwkw. Setahun sudah aku kuliah di kandang gajah ini. Ya, lika liku banyak la. Mulai dari sering kehabisan duit (yang sedang kualami sekarang), ambis gagal total, UTS ancur, ketiduran seharian hingga skip kelas 5 jam haha. Yang terakhir parah sih. Aing bangun tidur jam 2 siang masa. Padahal kelas mulai jam 7 pagi. Oke that's fine.
Sobat hanang mungkin ada nih ya yang dari SMA, yang kepo gimana si bentuk ITB itu :/ well i hv never imagine this campus before i came here. Masuk aja gitu haha. Ternyata di kandang gajah ini banyak tempat uniknya loh gaes. Penasaran ga? Sebenernya so so sih. Check this out!!
1. Gerbang Depan
Yah it's a gate with blossom flowers covering it. Kabarnya, bunga nya mekar saat mahasiswa baru baru dateng untuk menyambut maba maba emesh yg dateng. EAAA... EMESH.. tapi menurutku ni bunga mekar terus deh. Apa gara gara liat aku tiap hari (?). Key. Bunganya didominasi oleh warna ungu... HUAAA JANDAAAA.... Pertama kali dateng ke ITB yang kuliat emang gerbang depannya. Terus hal pertama yang terlintas di benakku adalah, kok kecil gini ya gerbangnya, ga ada megah megahnya -_- I've visited UNDIP and UGM also UNS before, dan gerbang mereka itu megah ngets. Bahkan katanya UGM habis milyaran untuk bangun gerbangnya -ini sotoy sesungguhnya- tapi emang beda jauh. Well kualitas kampus bukan dilihat dari gerbangnya... (Oke, menghibur diri) hahaha. Tapi tetep, harus foto selfie di gerbang ini. Tiap kali keluar kampus lewat gerbang ini, SELALU ALWAYS ada yang selfie ria disini, mulai dari yg go pro an sampe yg kamera sony ericsson K800i wkwk.

2. Aula Barat
Nah ini gedung yang konon merupakan bangunan pertama yang dibangun di kompleks ITB. Aula Barat juga merupakan ruang kelas bagi Ir.Soekarno dulu looo saat mengemban Jurusan Teknik Sipil. IJOO IJOO IJOOO... Gadeng, belum ada HMS :))) Pertama kali masuk sini saat matrikulasi pra-bidikmisi dn langsung mengagumi arsitektur nyaa. Keren banget anjayy.. Gimana kayu sebagai penopang utamanya bisa survive hampir 60 tahun.. Aing sok menganalisis gitu waktu masuk sini, liatin bautnya, pengecatannya, teksturnya -belaga sok civil enjenir- ee taunya ga ngerti apa apa -_-

3. Titik Gaung
Well well well. Konon nih. Jika kita teriak dari sini, suara kita terdengar sampe New Delhi Gerbang depan. What? Really? Ya unfortunately ku tak bisa jawab dengan alasan tak pernah mencobanya secara langsung. Bayangin masa gue aku teriak teriak di tengah kampus yang ramenya kaya pasar ini. Itu mah ngusir jodoh. Ga ada yg suka aku ntar HAHA. Okey but one things that i love from this place adalah pemandangan labtek kembar yang indah. Biasanya di tempat ini sering dijadiin foto ala-ala gitu. Pake jamal la, jahim baru la, Victoria secret baru la, Mau upload juga tp file ilang :((

Yah segitu dulu deh tempat unik nya, kalo kepo lebih lanjut, line gw aja di hanangphimawan. Ntabz kok DP line nya. Awas terpikat ya. Wassalam:)
 
More about5 Tempat Paling Unik di ITB yang wajib kamu ketahui