BAKTERI - Make You Smarter Blog

Posted by Education World on Rabu, 18 April 2012

Make You Smarter Blog - Bakteri adalah mikroorganisme unicelluler prokaryotik yang umumnya tidak berklorofil meskipun mempunyai dinding sel , organisme ini bersifat kosmopolitan paling banyak jumlahnya dan tersebar luas hampir di semua tempat . di makanan , di udara , air tanah , magma , batuan maupun tubuh mahkluk hidup. 
  • Dilihat dari peranannya Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. 
  • Menguntungkan karena membantu dalam proses pembuatan makanan dalam berbagai fermentasi , juga pembuatan obat obatan , pembusukan sampah dll , 
  • Merugikan karena dapat menyebabkan penyakit karena patogen . 
  • Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa pendekatan hafalan dari bakteri
  1. ketahui ciri bakteri itu secara Performance , sifat kehidupannya dan peranannya
  2. harus diketahui struktur performancenya bakteri baik morfologi maupun anatominya
  3. harus tahu bentuk dan koloninya
  4. cara bergeraknya , dan tipe jenis flagela yang ada di tubuhnya
  5. cara mendapatkan makanan
  6. cara respirasinya
  7. cara reproduksi
  8. dan peranannya bagi kehidupan baik sisi negatif maupun positifnya 

1. Ciri-ciri Bakteri 
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu : 
  1. Organisme multiselluler
  2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
  3. Umumnya tidak memiliki klorofil
  4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
  5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
  6. Hidup bebas atau parasit
  7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
  8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

2. Struktur Bakteri 

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 
  1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora. 
Struktur dasar sel bakteri 

  1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
  2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.
  3. Sitoplasma adalah cairan sel, merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.
  4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.sebagai tempat sintesis protein.
  5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan
  6. Mesosom terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai pengganti mitocondria . 
  7. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkat kan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
  8. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
  9. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fungsi pili adalah sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinann dan untuk membantu melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.
  10. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
  11. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. 
  12. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
  13. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru

Dinding sel
  • Dinding sel tersusun atas Peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein. 
  • Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
  • Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif. 
  • Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif. 
  • Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif. 
  • Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. 
  • Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit. 
  • Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
  • Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan 
  • Semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin 
  • Dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. 
  • Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal. 
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu. 
  • Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan, 
  • Diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida. 
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.
  • Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. 
  • Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul. 
  • Hanya bakteri patogen yang berkapsul. 
  • Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. 
  • Kapsul juga berfungsi untuk melindungi sel dari kekeringan. 
  • Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.
Membrane sel
  • Membrane sel tersusun atas molekul lemak dan protein Lipoprotein 
  • Jadi membran selnya sama seperti halnya membran sel organisme yang lain. 
  • Membrane sel bersifat semipermiable dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat keluar atau ke dalam sel.
 

Mesosom
  • Pada tempat tertentu terjadi penonjolan membran sel kearah dalam atau ke sitoplasma. 
  • Tonjolan membrane ini berguna untuk menyediakan energi atau pabrik energi bakteri. 
  • Organ sel (organel) ini disebut mesosom. 
  • Selain itu mesosom berfungsi juga sebagai pusat pembentukan dinding sel baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan.
Lembar fotosintetik
  • Khusus pada bakteri berfotosintesis, terdapat pelipatan membrane sel kearah sitoplasma. 
  • Membran yang berlipat-lipat tersebut berisi klorofil,dikenal sebagai lembar fotosintetik (tilakoid). 
  • Lembar fotosintetik berfungsi untuk fotosintesis contohnya pada bakteri ungu. 
  • Bakteri lain yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian.
Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang berada di dalam sel (cytos = sel, plasma= cairan). Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, ribosom, DNA, dan enzim-enzim. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungya reaksi-reaksi metabolism.

DNA
Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) atau asam inti, merupakan materi genetic bakteri yang terdapat di dalam sitoplasma. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung pangkal. Bentuk demikian dikenal sebagai DNA sirkuler. DNA tersusun atas dua utas polinukleotida berpilin. DNA merupakan zat pengontrol sintesis protein bakteri, dan merupakanzat pembawa sifat atau gen. DNA ini dikenal pula sebagai kromosom bakteri. DNA bakteri tidak tersebar di dalam sitoplasma, melainkan terdapat pada daerah tertentu yang disebut daerah inti. Materi genetik inilah yang dikenal sebagai inti bakteri.

Plasmid
Selain memiliki DNA kromosom, bakteri juga memiliki DNA nonkromosom. DNA nokromosom bentuknya juga sirkuler dan terletak di luar DNA kromosom. DNA nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai plasmid. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. Plasmid mengandung gen-gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik, gen patogen. Seperti halnya DNA yang lain, plasmid mampu melakukan replikasi dan membentuk kopi dirinya dalam jumlah banyak. Dalam sel bakteri dapat terbentuk 10-20 plasmid.
 

Ribosom
Ribosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein atau sebagai pabrik protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Di dalam sel bakteri Escherichia coli terkandung 15.000 ribosom, atau kira-kira ¼ masa sel bakteri tersebut. Ini menunjukkan bahwa ribosom memiliki fungsi yang penting bagi bakteri.
 

Endospora
Bakteri ada yang dapat membentuk endospora, pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Endospora tahan terhadap panas sehingga tidak mati oleh proses memasak biasa. Spora mati di atas suhu 120 C. jika kondisi telah membaik, endospora dapat tumbuh menjadi bakteri seperti sedia kala.


3. Bentuk Bakteri
 

Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. 
Berbagai macam bentuk bakteri : 

1. Bakteri Kokus : 
  • Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal misal Monococcus gonorhoe penyebab penyakit kencing nanah.
  • Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan misal Diplococcus pneumoniae penyebab penyakit pneumonia (radang, paru-paru).
  • Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4Pediococcus cerevisiae
  • Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus misal Sarcina luten , Sarcina ventriculi
  • Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
  1. misal Streptococcus lactis
  2. Streptococcus pyogenes penyebab sakit tenggorokan 
  3. Streptococcus thermophilis untuk pembuatan yoghurt (susu asam)
  • Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur misal Stafilokokus aureus, penyebab penyakit radang paru-paru.

2. Bakteri Basil : 


  • Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
  1. Contoh: Salmonella typhosa penyebab penyakit tipus, 
  2. Escherichiacoli bakteri yang terdapat pada usus dan 
  3. Lactobacillus bulgaricus untuk fermentasi yakult 
  • Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
  • Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai
  1. misal Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks, 
  2. Streptpbacillus moniliformis, 
  3. Azotobacter bakteri pengikat nitrogen yang hidup soliter.

3. Bakteri Spirilia : 
  • Bakteri yang berbentuk spiral biasanya tidak berkelompok.
  • Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
  • Spirillum dibedakan menjadi
  1. bentuk spiral (berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran), misalnya, Spirillum minor
  2. koma (berupa lengkung kurang dari setengah lingkaran, pendek, dan tidak lengkap), misalnya, Vibrio comma menyebabkan kolera
  3. spiroseta (berupa spiral yang halus dan lentur), misalnya, Treponema pallidium / Spirochaeta palida penyebab penyakit sifilis.

4. Alat Gerak Bakteri
 

Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya. 

Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu
  1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu
  2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
  3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
  4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri 

Untuk penghafalan : MiLiAmPer ( Mono-Lopo-Ampi-Peri) 



5. REPRODUKSI BAKTERI 

Cara Perkembangbiakan bakteri: 
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. 

Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya.

Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. 
Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: 
  1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
  2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri)
  3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.


6 . Respirasi Bakteri

Penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut: 
  1. Bakteri aerob, yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter.
  2. Bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis
  3. Bakteri aerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
  4. Bakteri anaerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridium tetani.
  5. Bakteri anaerob fakulatif: yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan Shigella. 
7. Cara mendapatkan makanan bakteri meliputi 
Bakteri heterotrof adalah bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. 
  • Kebutuhan makanan tergantung dari mahluk lain. 
  • Contohnya bakteri saprofit dan bakteri parasit.
  • Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. 
  • Zat organik diperoleh dari sisa-sisa organisme lain. 
  • Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan, kita sebut sebagai bakteri saprofit. 
  • Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik, yaitu CO2, H2O, energi dan mineral. 
  • Di dalam lingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan. 
  • Jika Anda memperhatikan lingkungan tempat pembuangan sampah, sering terlihat adanya makanan yang membusuk. 
  • Itu disebabkan oleh bakteri pembusuk. 
  • Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit (menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri Escherichia coli. 
  • Apakah yang akan terjadi pada pencernaan kita seandainya bakteri ini tidak ada? Tentu saja kita akan sulit untuk membuang air besar.
  • Perhatikan gambar Eschericia coli berikut ini!

Bakteri autotrof : bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto = sendiri, trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: bakteri
1. fotoautotrof
2. kemoautotrof.

1. Bakteri fotoautrotof 
  • Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. 
  • Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.
2. Bakteri kemoautrotof 
  • Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. 
  • Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas , Nitrosocoocus, Nitrobacter 
8. Berdasarkan kisaran suhu untuk hidup bakteri meliputi 
  • Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°- 30°C, dengan suhu optimum 15°C.
  • Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15°- 55°C, dengan suhu optimum 25°- 40°C.
  • Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75°C, dengan suhu optimum 25° – 40°C
  • Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 94°C.

9. Berdasarkan pewarnaan gram , bakteri dibagi 
  • Bakteri Gram positif (contoh: Bacillus anthracis, penyebab penyakit anthrax)
  • Bakteri Gram negatif (contoh: Shigella dysenteriae, penyebab penyakit disentri basiler).
Langkah pewarnaan 
  • Pewarnaan Gram dilakukan Untuk melihat / mempelajari bakteri dibawah mikroskop, 
  • Bahan / sediaan yang akan diperiksa terlebih dahulu diwarnai (diberi zat warna) dengan suatu metoda pewarnaan tertentu. 
  • Salah satu metoda pewarnaan yang sering digunakan adalah metoda pewarnaan Gram.
  • Metoda pewarnaan Gram memberikan hasil ada dua kelompok bakteri, ada yang jadi berwarna biru dan ada yang menjadi kemerahan. 
  • Bakteri-bakteri yang pada pewarnaan Gram tampak berwarna biru disebut bakteri Gram positif, 
  • sedangkan bakteri-bakteri yang tampak berwarna kemerahan disebut bakteri Gram negatif.


10. Peranan Bakteri 

Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan. 

Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut : 
  1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia coli).
  2. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
  3. Pembuatan makanan dan minuman, antibiotik, nitrifikasi , asam lemak 
  • Acetobacter xylinum - minuman nata decoco dari air kelapa
  • Lactobacillus casei - digunakan dalam pembuatan keju
  • Streptococcus lactis - digunakan dalam pembuatan keju
  • Streptococcus Cremoris - digunakan dalam pembuatan mentega
  • Lactobacillus citrovorum digunakan untuk memberi aroma pada mentega dan keju.
  • Bacilluus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin
  • Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin
  • Bacilus polymixa menghasilkan polimixin
  • Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter untuk nitrifikasi
  • Acetobacter chroocum berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah (humus).
  • Acetobacter penting dalam pembuatan asam gula .
  • Beberapa asam lemak penting dapat dihasilkan oleh bakteri misal:
  • Clostridium acetobutylicum - Asam butirat - Menghasilkan butilalkohol, aseton dan isopropil alkohol
  • Propionibacterium - Asam propionat (C2H5COOH) - Pembuatan keju
  • Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
  • Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.
  • Bidang KesehatanDalam usaha untuk pemusnahan bakteri dapat ditempuh dengan cara melakukan sterilisasi, suci hama, pemakaian desinfektan (terutama alat-alat kedokteran)
  • VAKSIN 
  • Untuk memerangi bakteri yang bersifat patogen dapat ditempuh dengan langkah-langkah yaitu pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif)
Pencegahan (profilaksis = preventif) 
  • Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara:
    *Menjaga lingkungan bersih (keseharan lingkungan).
    *Imunitas (memberi kekebalan tubuh dengan memberikan vaksin/bibit penyakit yang telah dilumpuhkan).
    Contoh beberapa vaksin antara lain:
    *Vaksin BCG (Bacillus Calmet Guirine) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC.
    *Vaksin DPTP (Diphteri, Pertusis, Tetanus, Profilaksis) berfungsi untuk mencegah difteri, batuk rejan dan tetanus.
    *Vaksin TCD (Typhus, Cholera, Dysentri) untuk mencegah penyakit tipus, kolera dan disentri
Pengobatan (tindakan kuratif) 
  • Bila bakteri sudah masuk ke dalam tubuh manusia dan menimbulkan infeksi, maka dilakukan pengobatan dengan jalan membunuh / mencegah perkembangbiakan bakteri, yaitu dengan menggunakan antibiotika, misalnya penisilin, baktrim (kedua jenis ini bersifat mematikan bakteri).
  • Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut : 
  • Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
  1. Penyebab penyakit pada manusia contohnya
  • Treponema palidum - Sifilis - Organ Kelamin 
  • Salmonella thyposa - Tifus - Perforasi Usus halus 
  • Pasteurella pestis - Pes/sampar - 
  • Neisseria gonorhoe - Kencing nanah - Organ Kelamin 
  • Mycobacterium tuberculose - TBC - Alveolus Paru paru 
  • Bordetella pertusis - Batuk rejan - Saluran pernafasan 
  • Vibrio cholerae - kolera atau muntaber - Sistem Pencernaan 
  • Clostridium tetani - tetanus - Kontraksi Otot 
  • Mycobacterium leprae - lepra- 
  • Myxobacterium diphteriae - diphteri - saluran Pernafasan 
  • Penyebab penyakit pada hewan contohnya
  • Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi )
  • Cytophoga colimnaris - Parasit pada ikan
  • Salmonella pollurum - Berak kapur pada ayam
  • Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya
  • Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) 
  • Xanthomonas citri - Kanker pohon jeruk 
  • Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)

11. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAKTERI
 

Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi. 
Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah : 
1. Suhu 
  • Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, 
  • Beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. 
  • Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. 
  • Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. 
  • Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. 
  • Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.

2. Derajat keasaman atau pH 
3. Konsentrasi garam 
4. Sumber nutrisi 
5. Zat-zat sisa metabolisme 
6. Zat kimia 
7. Cahaya 
  • Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri. 
  • Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil. 
  • Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. 
  • Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.
8. Kelembaban 
  • Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban yang cukup tinggi, kira-kira 85%. 
  • Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.

12. APLIIKASI PENGARUH FAKTOR LUAR KE MIKROORGANISME 

Faktor lingkungan : 
  1. pengaruh suhu terhadap pertumbuhan mikroorganisme
  2. pengaruh tekanan osmotik terhadap pertumbuhan mikroorganisme
  3. pengaruh sinar ultraviolet tehadap pertumbuhan mikroorganisme 
  4. pengaruh pH terhadap pertumbuhan mikroorganisme 
  5. Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Berdasarkan suhu optimum untuk pertumbuhan maka dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu : 
  1. Psikrofilik (0-200C), 
  2. Mesofilik (20-300C), 
  3. Termofilik (50-1000C)
Suhu merupakan faktor lingkungan yang sangat menentukan kehidupan mikroorganisme, pengaruh suhu berhubungan dengan aktivitas enzim. Suhu rendah menyebabkan aktiivtas enzim menurun dan jika suhu terlalu tinggi dapat mendenaturasi protein enzim.
Cara Kerja :
  • 8x2 tabung yang berisi Nutrient Broth untuk suhu inkubasi 50C, 250C, 370C, dan 500
  • SEDIAKAN mikroorganisma yang berbeda (E.coli dan Bacillus sp.) diberi label . 
  • Setelah diinokulasi dengan bekteri yang berbeda, 
  • diinkubasi sesuai suhu yang tertera setelah ditumbuhkan selama 48 jam, bandingkan derajat kekeruhannya.
Variable bebas suhu 
Pengaruh tekanan osmotik terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Keberadaan mikroorganisma dilingkungan dapat dipengaruhi kepekatan suspensi/cairan di lingkungan. Bila kepekatan suspensi di lingkungan tinggi maka isi sel akan ke luar. Sebaliknya kepekatan suspensi di lingkungan rendah maka akan terjadi pergerakan massa cair ke dalam sel
Cara Kerja:
  • buat 4 buah cawan Nutrient Agar yang mengandung NaCl 0,5%, 3%, 5% dan 15%.
  • Setiap konsentrasi, cawan dibagi menjadi 2 dengan spidol kemudian labeli dengan bakteri E.coli dan Bacillus sp.
  • Inokulasikan E.coli dan Bacillus sp. dengan streak kontinyu
  • Gunakan kontrol untuk masing-masing biakan dengan media yang tidak ditambahi NaCl.
  • Inkubasi selama 48 jam dan amati pertumbuhannya

Pengaruh sinar ultraviolet terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Sinar UV panjang gelombang 210-300 nm dapat membunuh mikroorganisme jika di paparkan. Komponen seluler yang dapat menyerap sinar UV adalah asam nukleat sehingga dapat rusak dan menyebabkan kematian.
Cara Kerja:
  • Inokulasikan Aspergillus sp., E.coli dan Bacillus sp. pada 3 cawan NA.
  • Dedahkan ketiga cawan tersebut pada sinar UV dengan panjang 254 nm selama 1 menit, 5 menit, dan 15 menit (ingat tutup cawan dibuka dan diusahakan lingkungan sekitar steril). Jarak antar UV dan cawan sekitar 12 inchi
  • Gunakan kontrol untuk masing-masing biakan dengan tidak memaparkan pada sinar UV
  • Inkubasi selama 48 jam dan amati pertumbuhan koloninya

Pengaruh pH terhadap pertumbuhan mikroorgansime
pH berpengaruh terhadap sel dengan mempengaruhi metabolisme, pada umumnya bakteri tumbuh dengan baik pada pH netral (7,0). Berdasarkan nilai pH yang dibutuhkan untuk kehidupannya dikenal 3 kelompok mikroorganisme yaitu : 
  1. Acidofilik, 
  2. Mesofilik/Neutrofilik 
  3. Basofilik
Cara Kerja :
  • Buatlah tabung reaksi berisi NB dan atur pH-nya (pH 3, 7 dan 9) masing-masing 2 tabung untuk tiap nilai pH
  • Labeli dengan nama bakteri yang akan diinokulasikan
  • Inokulasi tiap tabung dengan Bacillus sp dan E.coli lalu diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam
  • Amati perbedaan kekeruhan pada tiap nilai pH

PERBEDAAN ARCHAEBACTERI DAN EUBACTERIA (BAKTERI SEJATI)
KEY WORD
  1. Bakteri merupakan salah satu dari kerajaan kelompok makhluk hidup yang sangat kecil.
  2. Bakteri merupakan makhluk yang mempunyai sel prokariot dan bersifat heterotrof, saprofit, autotrof, dan parasit. Bakteri mempunyai beberapa macam bentuk, yaitu seperti bola (coccus), batang (bacillus), bengkok seperti koma (vibrio), dan spiral (heliks). Sel-sel bakteri ada yang berkelompok/berkoloni.
  3. Struktur sel bakteri tersusun sangat sederhana, yaitu dinding sel dan isi sel. Struktur di luar dinding sel adalah ada yang mempunyai flagela, pili, dan kapsul. Sedangkan struktur di sebelah dalam dinding sel (isi sel) umumnya mempunyai membran sitoplasma, mesosom,sitoplasma, dan struktur-struktur di dalamnya serta mempunyai plasmid dan endospora.
  4. Berdasarkan pewarnaan dinding sel ada 2 macam, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.
  5. Cara reproduksi bakteri ada dua, yaitu dengan pembelahan sel dan konjugasi.
  6. Jenis-jenis bakteri berdasarkan tempat hidupnya ada dua, yaitu kelompok Eubacteria dan Archaebacteria.
  7. Eubacteria adalah bakteri pada umumnya yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Archaebacteria adalah bakeri yang berbeda pada umumnya. Bakteri ini memungkinkan menjadi salah satu penyebab bentuk-bentuk kehidupan pertama di bumi.
  8. Jenis-jenis Archaebacteria ada 3 kelompok, yaitu Metanobacteria, Halobacterium, dan Thermoplasma.
  9. Peranan bakteri dalam kehidupan amnusia ada yang menguntungkan dan merugikan.
  10. Cara penanggulangan bakteri merugikan adalah dengan pengolahan makanan serta kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan

ARCHAEBACTERY

  • Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana, 
  • uniseluler 
  • mikroskopik
  • dinding sel bukan peptidoglikan, dan secara biokimia berbeda dengan Eubacteria. 
  • Selain itu, sifat Archaebacteria yang lain adalah bersifat anaerob
  • dapat hidup di sampah
  • tempat-tempat kotor
  • saluran pencernaan manusia atau hewan, halofil ekstrem, lingkungan bergaram
  • thermofilik bisa berada pada suhu panas 
  • acidofilik bisa hidup dilingkungan asam.

  • Archaebacteria dianggap sebagai nenek moyang dari bakteri yang ada sekarang ini.
  • Archaebacteria mencakup makhluk hidup autotrof dan heterotrof.
  • Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut. 
  1. Bakteri metanogen.
  2. Halobakterium ( bisa bertahan di salinitas yang tinggi).
  3. Bakteri termo-asidofil.
  • Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem
  • bersifat aerob, dan heterotrof. 
  • Bakteri genus ini banyak ditemukan di tambak garam laut. 
  • Pada saat terjadi penggandaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif. 
  • Selain itu, Halobakterium dan Halococcus dapat tumbuh optimum pada larutan NaCl, 3,5 sampai 5 molar, 
  • mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolisme tubuhnya. 
Bakteri termo-asidofil.

Dalam kelompok ini, terhimpun Archaebacteri yang bersifat
  • non metanogen 
  • mempunyai kemampuan hidup pada suhu tinggi ( Thermofil, 
  • mempunyai kemampuan hidup si pH lingkungan yang rendah /sangat asam 
  • bisa anaerob , bisa aerob
  • bisa heterotrop , bisa khemoautotrof

BAKTERI GRAM

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4Dinding sel tersusun atas peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein. Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif. Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif. Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif. Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit. Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan dan semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu. Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan, diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.

Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul. Hanya bakteri patogen yang berkapsul. Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. Kapsul juga berfungdi untuk melindungi sel dari kekeringan. Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.
JADI JIKA DI REVIEW

{ 1 comments... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

makasih ya lengkap banget ! :)

Poskan Komentar