Sinopsis Novel Robert Anak Surapati oleh Abdul Muis - Make You Smarter Blog

Posted by Education World on Rabu, 20 Juni 2012


Make You Smarter Blog - Novel Robert Anak Surapati yang kami sajikan dalam bentuk sinopsis novel ini merupakan novel angkatan Balai Pustaka karyaAbdul Muis. Sinopsis novel ini kami sajikan sebagai bahan referensi bagi anda yang sedang mencari bahan dalam menulis skripsi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Novel ini sangat populer hingga saat ini karena memiliki kekhasan dari bahasa maupun gaya penceritaan.
Inilah sinopsis novel tersebut selengkapnya.
Robert adalah seorang anak yang terlahir dari hasil percintaan secara diam-diam seorang ibu keturunan Belanda dengan seorang ayah keturunan Jawa. Ibu Robert meninggal di atas kapal Dolfijn dalam perjalanan pulang ke negeri Belanda, kemudian Robert di asuh dan dijadikan anak angkat Tuan van Reijn seorang saudagar kaya keturunan Belanda.
Robert mengetahui bahwa dirinya bukanlah anak kandung dari Tuan van Reijn dari surat ayah angkatnya yang ditulis  sebelum meninggal dunia. Robert pun akhirnya meninggalkan rumah berpetualang dan akhirnya menjadi serdadu yang siap menjajah.
Dalam surat yang dititipkan ibunya kepada tuan van Reijn dinyatakan bahwa ayah Robert adalah keturunan Jawa. Dalam petualangannya Robert menjadi serdadu Belanda yang ditugaskan menjadi mata-mata Belanda untuk sebuah penyerangan ke daerah Pasuruan untuk mengetahui kekuatan Surapati. Dalam tugas itu Robert ditangkap dan dipenjarakan. Melalui bekal yang diberi ibunya Robert diketahui Surapati ternyata Robert adalah anak kandungnya.
Selama dalam tahanan Robert dilayani dengan ramah dan ditempatkan di ruang yang mewah tidak seperti tahanan yang lain. Surapati mengambil beberapa upaya untuk meyakinkan Robert bahwa dirinya adalah anak kandungnya, namun Robert sangat tidak menerima hal ini.
Surapati akhirnya mati setelah penyerangan Belanda, kemudian Robert pun dilepaskan dan diantarkan ke perbatasan oleh saudaranya atas wasiat ayahnya Surapati. Dan akhirnya Robert pun gugur sebagai pahlawan.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar