POLUSI

Posted by Education World on Jumat, 10 Agustus 2012


PENCEMARAN LINGKUNGAN

Mapel:

  • Biologi
Standar Kompetensi:
  • Siswa mampu manganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam kesimbangan ekosistem
Kompetensi Dasar:
  • Menganalisis jenis – jenis limbah dan daur ulang limbah
Indikator Ketuntasan:
  • Membuat laporan jenis-jenis limbah
  • Mengkatagorikan limbah organik dan anorganik dan sumbernya
  • Menjelakan jenis limbah bahan beracun berbahaya
  • Menjelaskan parameter kualitas limbah
  • Mengidentifikasi jenis limbah yang dapat di daur ulang
  • Menjelaskan cara penanganan limbah pada kegiatan praktikum.
Kelas: Kelas X
Semester: Semester 2
  • Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya komponen lain ke dalam lingkungan, membuat tatanannya menjadi berubah dan perubahan mengarah ke kualitas lingkungan yang menurun sampai ke tingkat tertentu , turunnya kualitas inilah menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
  • Polusi atau pencemaran lingkungan Segala kegiatan kejadian yang merusak lingkungan dan yang berada disekitarnya.Terutama pada kegiatan manusia pada jaman sekarang dengan teknologinya yang semakin canggih dapat menimbulkan gangguan terhadap struktur trofik,aliran energy dan daur biogeokimia dalam ekosistem dibanyak wilayah Indonesia. Kerusakan lingkungan ini juga dapat berupa pencemaran lingkungan yang lebih dikenal dengan istilah polusi.

  • Pengertian polusi : adalah masuk atau dimasukkannya bahan-bahan berupa makhluk hidup beserta bahan yang dihasilkan makhluk hidup, bahan kimia, debu, sedimen, panas, suara atau radiasi kedalam lingkungan sehingga kualitas lingkungan tersebut menurun sampai sampai tingkat tertentu.
  • Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu UU No. 4 Tahun 1982
POLUTAN
  • Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran

Syarat-syarat suatu zat Bisa kita sebut Polutan bila
  1. keberadaannya tidak sesuai dilingkungan
  2. waktu kebaradaannya tidak sesuai dengan lingkkungan
  3. dan jumlahnya di lingkungan berlebihan Contohnya : karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak, timbul efek rumah kaca dan lainnya
Sifat polutan adalah:
  • merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
  • merusak dalam jangka waktu lama.
  • Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada

  1. tempat terjadinya
  2. macam bahan pencemarnya
  3. tingkat pencemaran.
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi
  1. Pencemaran udara
  2. Pencemaran air
  3. Pencemaran tanah
  4. Pencemaran suara
Pencemaran udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel.
  1. CO
  2. CO2
  3. SO2 dan NOx
  4. CFCs
  5. H2S
Gas CO 
  • Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau
  • Bersifat racun / toksik
  • Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran Misalnya, menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna,maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut.
  • Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian
  • Mempunyai daya afinitas yang tinggi terhadap Hb ( hemoglobin) sehingga cenderung di ikat membentuk HbCO
  • Jika ini terikat sejumlah 80 % HbCO di peredaran maka akan membuat kematian sebagai gas pembunuh "Killing Gas"
Gas CO2
  • Dalam udara murni berjumlah 0,03%.
  • Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan.
  • Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di bumi dapat menahan panas matahari sehingga suhu bumi panas.
  • Barometer pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara.
  • Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal pesawat terbang, dan pembakaran kayu.
  • Meningkatnya kadar CO2 di udara tidaksegera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang.
  • Dampak terbesar dari Polutan CO2 adalah mengakibatkan efek rumah kaca.
  • " Efek rumah kaca "ini akan membawa ke Pemanasan global di bumi
Gas SO2 dan NOx.
  • Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun atau membentuk awan yang mengikat asam baik H2SO4 maupun Nitrat sehingga jika turun hujan bisa merusak tanah
  • Sumber dari pembakaran Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida.
  • Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur.
  • Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut "Hujan Asam"
  • Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
  • Gas H2S. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
Partikulat Padat
  • Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
Radiasi bahan radioaktif nuklir
  • Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi.
  • Materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia.
  • Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
  • Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
Pencemaran air
  • Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
  • Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, Sisa detergen mencemari air.
  • Zat kimia cair buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.
  • Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
Sampah Organik 
  • Fosfat hasil pembusukan bersama N03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan "Eutrofikasi"
  • Eutrofikasi yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga).
  • Akibatnya sisa blooming yang mati akan diuraikan oleh bakteri yang di air dan hasil penguraian sisa organik blomming yang mati itu oleh bakteri memerlukan oksigen
  • Akibatnya DO akan turun BOD naik , kehidupan di dalam air tidak dapat oksigen sehingga mati .
  • Hal sama juga terjadi pada tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal.
  • Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem
  • Bila terjadi pencemaran di air karena DDT , maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
Pencemaran tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
  1. Sampah-sampah anorganik : plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng
  2. Sampah organik
  3. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)
  4. Zat kimia DDT dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
Polusi suara
  • Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
  • Gendang telinga kita secara normal dapat menerima kekuatan suara 80 dB (Desible)
Macam bahan pencemar
  1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
Tingkat pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada
  1. kadar zat pencemar
  2. waktu (lamanya) kontak.
Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
  1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan padapanca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
  2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
Parameter Pencemaran
  • Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum.
Paramater yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
  1. Parameter kimia Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
  2. Parameter biokimia Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
  3. Parameter fisik Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
  4. Parameter biologi Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton
LATIHAN SOAL
1. Berikut ini adalah zat kimia yang dapat merusak ozon, kecuali...
A. halogen
B. metil bromida
C. CFC
D. metil kloroform
E. vinil klorida
2.. Di bawah ini yang bukan senyawa pencemar utama ialah...
A. karbon monoksida
B. nitrogen dioksida
C. timbal
D. asam karbonat
E. sulfur dioksida
3. Dampak buruk yang mungkin terjadi akibat hujan asam ialah....
A. kanker kulit
B. menurunya pH tanah
C. meningkatnya keasaman tumbuhan
D. menurunkan kandungan kimia tanah
E. meningkatkan suhu udara
4. Protokol konvensi untuk menghapus produksi CFC disebut....
A. Montreal protocol
B. Kyoto protocol
C. Melbourne protocol
D. Oklahoma protocol
E. Boston protocol
5. Polutan penyebab terjadinya hujan asam ialah
A. NO2 dan CN
B. NH dan CL
C. CO2 dan CN
D. CO2 dan NO2
E. CO dan CN
6. Pada ekosistem laut, daerah yang memiliki komponen biotik dengan tingkat produsen paling banyak ialah daerah....
A. abisal
B. afotik
C. batial .
D. termoklin
E. fotik
7. Salah satu usaha yang dilakukan manusia untuk memelihara kesuburan tanah ialah .
A. pembuatan saluran irigasi
B. melindungi flora dan fauna
C. melakukan rotasi jenis tanaman
D. melakukan reboisasi
E. membuat perkebunan yang luas
8. Bahan pencemar yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan ialah
A. logam berat dan pestisida
B. gas belerang dan karbon dioksida
C. gas belerang dan logam berat
D. pestisida dan karbon dioksida
E. karbon monoksida dan logam berat
9. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini, kecuali ....
A. aktivitas gunung berapi
B. pembakaran hutan
C. industri berat
D. pemakaian detergen secara berlebihan
E. kendaraan bermotor
10. Berikut ini fungsi hutan hujan tropik Indo nesia bagi lingkungan global, kecuali ....
A. mencegah terjadinya efek rumah kaca
B. menjaga kelestarian iklim global
C. menghasilkan devisa bagi negara
D. mengurangi kadar CO2 di udara
E. mengurangi pencemaran udara
11. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali di suatu danau dapat menyebabkan
A. penyusutan air karena penguapan Iebih tinggi
B. kadar oksigen dalam perairan menurun
C. perairan menjadi kurang subur akibat pembusukan
D. air menjadi keruh karena tertahannya partikel tanah
E. ikan-ikan banyak yang mati kerenakeracunan
A. jika (1), (2), dan (3) yang betul,
B. jika (1) dan (3) yang betul,
C. jika (2) dan (4) yang betul,
D. jika hanya (4) yang betul, dan
E. jika semuanya betul.
12. Berikut adalah jenis senyawa pencemar udara yang dapat merusak ozon, yaitu ....
1. HCFC
2. ODS
3. Karbon tetraklorida
4. PCBs
13. Berikut adalahx berbagai jenis-jenis pencemaran yang dapat mengganggu manusia, yaitu ....
1. pencemaran air
2. pencemaran udara
3. pencemaran tanah
4. pencemaran suara
14. Suani bahan atau zat dikatakan sebagai bahan pencemar apabila keberadaanya sebagai berikut....
1. berada pada tempat yang tidak semestinya
2. konsentrasi melebihi ambang batas
3. menimbulkan dampak negatif
4. dapat terurai dengan cepat
15. Pengendalian pencemaran dapat di'akukan melalui tindakan-tindakan berikut ....
1. menempatkan kawasan industri di daerah pinggiran
2. menekan laju pembuangan gas industri
3. meiigubah hutan menjadi lahan atau daerah pertanian
4. mengatur dan mengawasi gas emisi kendaraan bermotor

NOTE


  • Keseimbangan ekosistem di alam perlu dipertahankan melalui cara yaitu pelestarian sumber daya alam. 
  • Ketersediaan SDA menopang pemenuhan kebutuhan bagi makhluk hidup atau organisme di dalam lingkungan, khususnya manusia.
  • Menurut tempatnya, polusi dapat digolongkan menjadi polusi udara, tanah, dan air. 
  • Polusi udara disebabkan oleh asap pabrik, asap kendaraan bermotor, letusan gunung berapi, reaktor nuklir dan pembakaran. 
  • Polusi tanah disebabkan oleh sampah sintetik (plastik, kaleng), deterjen non-biodegradabel dan zat kimia buangan pertanian. 
  • Polusi air disebabkan oleh limbah industri, sampah organik, dan minyak bumi yang tumpah dari kapal tanker.
  • Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya berpotensi menjadi polutan. 
  • Oleh karenanya limbah perlu mendapat perhatian dan penanganan agar tidak merugikan bagi kehidupan masyarakat. 
  • Penanganan limbah antara lain pemanfaatan kembali, daur ulang, penimbunan atau pembakaran, hal ini sangat tergantung dari karakteristik masing-masing limbah.

  • Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. 
  • Perubahan yang terjadi pada lingkungan menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. 
  • Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. 
  • Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.
Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia
  • Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.
  • Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. 
  • Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. 
  • Se­lain itu, penggundulan hutan dapat menye­babkan terjadinya banjir clan erosi. 
  • Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut. 

  • Pembangunan pemukiman pada daerah­daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan papan. Semakin pa­dat populasi manusia, lahan yang semula pro­duktif menjadi tidak atau kurang produktif.
  • Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. 
  • Selain itu, tumbuhan di sekitarnya men­jadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. 
  • Akibat lebih lanjut, kita merasakan panas akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan COz, peran tumbuhan sebagai produser terhambat.
  • Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkat­kan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. 
  • Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. 
  • Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe mono­kultur, dapat mengurangi keanekaragaman se­hingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. 
  • Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar