FOTOTROPISME

Posted by Education World on Sunday, 2 September 2012



Make You Smarter Blog - Setiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut dengan Iritabilitas
Kemampuan Irritabilitas ini juga mampu menanggapi rangsangan tersebut. Rangsang yang ditanggapinya berupa suatu Gerak
  • Jadi pada baik pada Hewan maupun tumbuhan sinyal kehidupan untuk menanggapi rangsang itu berupa Gerak
  • Pada kucing dengan bergerak pindah tempat , pada tanaman antara lain ; bengkok dahan dan akar, ,melipatnya daun, dan perpindahan tanaman tingkat rendah.
  • Gerak tanaman terbagi atas dua jenis yaitu gerak yang terjadi secara spontan dan gerak karena adanya rangsangan. 
  • Gerak tanpa adanya rangsangan disebut juga sebagai gerak autonom atau endonom 
  • Gerak yang terjadi karena adanya rangsangan disebut gerak paratonis atau etionom.

  • Pergerakan tumbuhan merupakan suatu respon terhadap rangsangan tertentu yang terarah atau dari arah tertentu. 
  • Tumbuhan dapat menerima rangsangan berupa panas, zat kimia, cahaya, sentuhan, dan gravitasi. 
  • Sedangkan respon yang diberikan tumbuhan itu dapat berupa perubahan metabolisme dan perubahan bentuk dan struktur. 
  • Gerak pada tumbuhan tingkat tinggi dapat ditemukan dengan cara membengkok, melilit atau memanjat dari suatu organ tumbuhan. 
  • Sedangkan pada tumbuhan tingkatr rendah, gerakan yang dapat ditemukan ialah gerakan yang berupa suatu gerakan seluruh tubuh tumbuhan tersebut.

  • Rangsangan pada tumbuhan disalurkan melalui suatu benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah. 
Bagaiman respon tumbuhan atau cara pergerakan tumbuhan terhadap cahaya ? Bagaimana gerakan yang dimunculkan   

  • Gerak merupakan salah satu ciri mahluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya.
  • Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yangh terjadi pada hewan maupun manusia. 
  • Gerak pada tumbuhan merupakan suatu gerak pasif, yang artinya tidak terlihat atau memerlukan pindah tempat (tetap berada pada letak tumbuhan awal). 
  • Gerak dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan atau juga yang disebut stimulus.
  • Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar tubuh. 
  • Walaupun tidak memiliki alat indera, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. 
  • Tumbuhan memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan juga air. 
  • Adapula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. 
  • Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan.

Jenis-jenis gerak tumbuhan

  • Gerak yang dilakukan tumbuhan merupakan suatu respon terhadap sejumlah rangsangan dari luar atau dari lingkungannya. 

Gerak tumbuhan dapat dibagi dengan dua cara :
  1. Dengan satu sisi organ yang lebih cepat daripada sisi lain dan reaksi hanya dapt terjadi pada bagian tumbuhan yang masih sedang tumbuh ataau mampu meneruskan pertumbuhan.
  2. Dengan perubahan turgor sel-sel tertentu yang menyebabkan perubahan-perubahan posisi organ ynag bereaksi.

Gerak Etionom

  • Gerak etionom merupakan reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. 
  • Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi 
  1. gerak taksis
  2. gerak tropisme
  3. gerak nasti. 
  • Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan maka disebut gerak tropisme. 
  • Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan maka disebut gerak taksis. Jika gerakan itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut gerak nasti.

Gerak Endonom
  • Gerak endonom yaitu suatu gerak yang tidak diketahui sebab terjadinya gerak tersebut, karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga btumbuhan itu sendiri yang menggerakannya, misalnya oleh aliran plasma sel pada tumbuhan.
  • Tropisme dapat pula didefinisikan sebagai gerak pembengkokan yang timbul karena pertumbuhan tidak sama atau pertumbuhan diferensialpada sisi yang berlawanan dengan organ yang tegak sebagai reaksi terhadap rangsangan luar yang terarah. 
Tropisme dapat dibagi menjadi 4 berdasarkan tipe rangsangannya, yaitu
  1. Fototropisme
  2. Geotropisme
  3. Hidrotropisme 
  4. Tigmotropisme. 
Penyebab timbulnya gerak


Berdasarkan penyebab timbulnya gerak dapat dibedakan menjadi:
  1. Gerak tumbuh. Gerak yang ditimbulkan karena adanya pertumbuhan. Sifatnya irreversible
  2. Gerak turgor. Gerak yang ditimbulkan karena adanya perubahan turgor pada sel-sel tertentu. Sifatnya : reversible


Berdasarkan  orientasi gerak, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu gerak tropis dan gerak nasti

Tropisme
  • Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. 
  • Gerak tropisme terjadi karena gerak tumbuh tumbuhan. 
  • Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan, tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu fototropisme, geotropisme, hidrotropisme dan tigmotropisme.
FOTOTROPISME
  • Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. 
  • Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas.
  • Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya  
  • Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. 
  • Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. 
  • Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.  
  • Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi).
  • Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. 
  • Gerak tropisme yang lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. 
  • Biasanya akar tumbuh lurus ke arah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah.
  • Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok ke arah yang cukup air. 
  • Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi. 
  • Gerak akar menuju sumber air disebut hidrotropisme positif.  
  • Tanaman anggur mempunyai sulur yang membelit pada dahan lain. bisa juga, sulur tersebut membelit pada benda yang disentuhnya, misalnya sirih , semangka , labu air.
  • Gerak tumbuh karena rangsangan sentuhan tersebut disebut tigmotropisme.
  • Tigmotropisme atau dapat juga disebut haptotropisme, berasal dari kata thigma yang berarti singgungan atau hapto yang berarti sentuhan. 
Bagaimana sulur dapat tumbuh membelit penopang ?
  • Pada sisi sulur yang menyentuh penopang 
  • selanjutnya pertumbuhan sel-selnya melambat sehingga bagian tersebut lebih pendek dari pada sisi sulur yang tidak menyentuh penopangr. 
  • Akibatnya, sulur tumbuh melengkung ke arah penopang dan mengelilingi penopang . 
  • Dengan demikian sulur akan membelit ajir atau pohin lain yang disentuhnya
  • Gerak Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. 
  • Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope, yang berarti membelok. 
  • Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan disebut tropisme negatif. 
  • Contoh:
  1. gerak batang tumbuhan ke arah cahaya
  2. gerak akar tumbuhan ke pusat bumi
  3. gerak akar menuju air
  4. gerak membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur

  • Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan. 
  • Bagian yang bergerak itu misalnya cabang , daun, kuncup bunga atau sulur. 
  • Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsang dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang.
  • Fototropisme terjadi pada bagian pucuk dan koleoptil (untuk fototropisme positif) dan pada akar (untuk fototropisme negative). 
Auksin
  • Mekanisme fototropisme inin diatur oleh hormone auksin. 
  • Hormone auksin almiah yang telah diekstrak oleh tumbuha  adalah IAA. 
  • Cahaya dapat merusak auksin sehingga terdistribusi ke sisi yang lebih gelap, hal inilah yang menjadi dasar mekanisme fototropisme.
  • Auxin adalah salah satu ormone tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (growth and development) suatu tanaman.  
  • Di dalam alam, stimulasi auxin pada pertumbuhan celeoptile ataupun pucuk suatu tanaman, merupakan suatu hal yang dapat dibuktikan. 
  • Praktek yang mudah dalam pembuktian kebenaran diatas dapat dilakukan dengan Bioassay method yaitu dengan the straight growth tets dan curvature test. 
  • Hasil penelitian terhadap metabolisme auxin menunjukan bahwa konsentrasi auxin di dalam tanaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  • Suatu tanaman apabila disinari suatu cahaya, maka tanaman tersebut akan membengkok ke arah datangnya sinar. 
  • Membengkoknya tanaman tersebut adalah karena terjadinya pemanjangan sel pada bagian sel yang tidak tersinari lebih besar dibanding dengan sel yang ada pada bagian tanaman yang tersinari. 
  • Perbedaan rangsangan (respond) tanaman terhadap penyinaran dinamakan phototropisme. 
  • Terjadinya fototropisme ini disebabkan karena tidak samanya penyebaran auxin di bagian tanaman yang tidak tersinari dengan bagian tanaman yang tersinari. 
  • Pada bagian tanaman yang tidak tersinari konsentrasi auxinnya lebih tinggi dibanding dengan bagian tanaman yang tersinari. 
  • Keadaan auxin dalam proses geotropisme ini, apabila suatu tanaman (celeoptile) diletakan secara horizontal, maka akumulasi auxin akan berada di dagian bawah.
  • Hal ini menunjukan adanya transportasi auxin ke arah bawah sebagai akibat dari pengaruh geotropisme. 
  • Untuk membuktikan pengaruh geotropisme terhadap akumulasi auxin, telah dibuktikan oleh Dolk pada tahun 1936 (dalam Wareing dan Phillips 1970). 
  • Dari hasil eksperimennya diperoleh petunjuk bahwa auxin yang terkumpul di bagian bawah memperlihatkan lebih banyak dibanding dengan bagian atas. 
  • Sel-sel tanaman terdiri dari berbagai komponen bahan cair dan bahan padat. 
  • Dengan adanya gravitasi maka letak bahan yang bersifat cair akan berada di atas. 
  • Sedangkan bahan yang bersifat padat berada di bagian bawah. 
  • Bahan-bahan yang dipengaruhi gravitasi dinamakan statolith (misalnya pati) dan sel yang terpengaruh oleh gravitasi dinamakan statocyste (termasuk statolith). 
  • Pada gerak tropisme pergerakan yang terjadi adalah karena pengaruh hormon pertumbuhan dalam tubuh tumbuhan yang terpengaruhi oleh rangsang, sedangkan pada gerak taksis pergerakan yang terjadi tidak dipengaruhi oleh suatu hormon pertumbuhan.
  • Menurut salibiry dan Ross (1995), jika terpapar cahaya redup maka sebagian besar respon terletak di ujung karena pelengkungan searah cahaya dimulai dari ujung dan langsung bergerak menuruni koleoptil jadi intensitas cahaya mendukung fototropisme.
  • Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. 
  • Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. 
  • Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok kearah datangnya cahaya. 
  • Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. misal fototropisme ini 
  • Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. 
  • Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. 
  • Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas. pertumbuhan batang yang menuju matahari , daun yang selalu permukaan atasnya ke arah sinar matahari dll
  • Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya

  • Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. 
  • Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. 
  • Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya. 
  • Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). 
  • Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme.
  • Dari pengamatan yang telah dilakukan pada kecambah kacang hijau/tauge dapat disimpulkan bahwa rangsang cahaya dan gaya gravitasi mempengaruhi arah pertumbuhan/gerak tumbuhan.

 Jadi berdasarkan uraian maka 
1.      Gerak fototropisme ialah suatu gerak yang menuju arah rangsang yakni cahaya
2.      Fototropisme sering terjadi pada bagian pucuk tanaman OK 

INI \YANG SERING DIBERIKAN OLEH GURU DIKELAS TENTANG GERAK

  • Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. 
  • Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. 
  • Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. 
  • Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. 
  • Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut di atas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan.

Ada tiga macam gerak pada tumbuhan, yaitu 
  1. gerak tropisme
  2. gerak nasti
  3. gerak taksis.

Gerak Tropisme
  • Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. Gerak tropisme terjadi karena gerak tumbuh tumbuhan. 
Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan, tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu
  1. fototropisme
  2. geotropisme
  3. hidrotropisme 
  4. tigmotropisme.

Fototropisme
  • Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas. Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya. Tropisme yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototropisme atau dapat juga disebut heliotropisme karena rangsangan cahayanya adalah cahaya matahari. Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya.
  • Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.

Hidrotropisme
  • Gerak tropisme yang lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Biasanya akar tumbuh lurus ke arah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah. Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok ke arah yang cukup air. Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi. Gerak akar menuju sumber air disebut hidrotropisme positif.

Geotropisme
  • Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme negatif.
  • Contoh lain dari geotropisme adalah gerak tumbuh pada bunga kacang. Pada waktu bunga mekar, geraknya menjauhi pusat bumi, maka termasuk geotropisme negatif. Tetapi setelah terjadi pembuahan, gerak bunga kemudian ke bawah menuju tanah ke pusat bumi dan berkembang terus menjadi buah kacang tanah. Dengan demikian, terjadi perubahan gerak tumbuh pada bunga kacang tanah. Sebelum pembuahan adalah geotropisme negatif dan setelah pembuahan adalah geotropisme positif. Pertumbuhan bunga ini dipengaruhi oleh peranan hormon pertumbuhan.

Tigmotropisme
  • Tanaman sirih mempunyai sulur yang membelit pada dahan lain. bisa juga, sulur tersebut membelit pada benda yang disentuhnya, misalnya air. Gerak tumbuh karena rangsangan sentuhan tersebut disebut tigmotropisme. Atau dapat juga disebut haptotropisme, berasal dari kata thigma yang berarti singgungan atau hapto yang berarti sentuhan.
  • Pada sisi sulur yang menyentuh air, pertumbuhan sel-selnya melambat sehingga bagian tersebut lebih pendek dari pada sisi sulur yang tidak menyentuh ajir. Akibatnya, sulur tumbuh melengkung ke arah ajir dan mengelilingi ajir. Dengan demikian sulur akan membelit ajir atau pohon lain yang disentuhnya.

  • Ada pula gerak-gerak tropisme lainnya seperti termotropisme yaitu bila suatu bagian atau organ tumbuhan bergerak ke arah sumber panas ata sebaliknya (menjauhi). 
  • Demikian pula tumbuhan yang hidup di dalam perairan yang mengalir, seperti sungai berarus deras. 
  • Aliran air mempengaruhi arah gerak tumbuh sehingga geraknya digolongkan sebagai gerak Reotropisme.

Kemotropisme
  • Kemotropisme, gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang yang berupa zat atau bahan kimia.

Gerak Nasti
  • Gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut gerak nasti. gerak nasti juga disebabkan oleh perubahan tekanan turgor. 
Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan ada beberapa macam gerak nasti, antara lain
  1. fotonasti
  2. termonasti
  3. tigmonasti.

Fotonasti
  • Bunga pukul empat akan mekar pada sore hari karena rangsangan cahaya matahari pada saat itu. Arah mekarnya bunga tersebut tidak dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya matahari yang datang dari arah barat. Gerak seperti ini disebut gerak nasti. Gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya matahari seperti pada bungan pukul empat disebut fotonasti.

Tigmonasti (Seismonasti)
  • Apabila daun tumbuhan putri malu (Mimosa pudica) disentuh, terutama daunnya disentuh pelan-pelan, maka daun akan bergerak menutup seperti layu. Dalam waktu tertentu setelah sentuhan daun akan kembali normal. Bila sentuhan diperkeras maka gejala seperti layu bertambah banyak, demikian pula waktu pemulihannya akan semakin lama. Daerah sentuhan yang paling peka adalah di daun atau sendi daun.
  • Arah penutupan daun tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak ini disebut nasti. Nasti yang terjadi karena sentuhan seperti pada putri malu disebut tigmonasti. Gerak menutupnya daun putri malu terjadi karena adanya perubahan tekanan turgor pada tangkai daunnya. Seperti yang telah diketahui bahwa di dalam sel-sel terdapat cairan sel sehingga ada tekanan turgor. Di dalam daun, tangkai, dan batang terdapat suatu zat yang dapat mengalir dari tempat sentuhan ke tempat lain yang menyebabkan perubahan tekanan turgor. Oleh karena itu, begitu daun atau batang disentuh, maka terjadi kehilangan tekanan turgor dan terjadi gerak yang akibatnya terlihat seperti layu. Tekanan turgor akan pulih kembali beberapa saat kemudian setelah sel-selnya terisi cairan lagi.

Termonasti
  • Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Seperti yang terjadi pada bunga tulip, terbukanya (mekarnya) bunga tulip terjadi pada hari-hari hangat yaitu pada musim semi.

Niktinasti
  • Dengan perubahan gelap dan terang yang impulsnya meliputi cahaya dan suhu. Terjadi padv daun belimbing, lamtoro dan petai cina yang sel-sel pulvinus akan kekurangan air sehingga daun menutup atau kelihatan layu pada sore hari, dikenal juga dengan gerakan tidur pada daun.

Nasti kompleks
  • Dengan impuls yang lebih dari satu yaitu meliputi cahaya, suhu, air dan zat kimia. Terjadi pada menutup dan membukanya stomata.

Gerak Taksis
  • Taksis merupakan gerak perpindahan tempat sebagian atau seluruh tumbuhan akibat adanya rangsangan. Gerak taksis umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah.

Fototaksis
  • Taksis yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototaksis. Gerak fototaksis terjadi pada ganggang hijau Chlamydomonas yang langsung menuju cahaya yang intensitasnya sedang. Tetapi bila intensitas cahaya meningkat, maka akan tercapai batas tertentu dimana justru Chlamydomonas dengan tiba-tiba akan berbalik arah dan berenang menjauhi cahaya. Dengan demikian terjadi perubahan yang semula gerak fototaksis positif kemudian menjadi gerak fototaksis negatif. Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan intensitas cahaya, yaitu tumbuhan akan mendekati cahaya sebelum melebihi batas toleransinya dan akan menjauhi bila telah melebihi batas toleransinya.
  • Selain ganggang hijau, gerak ini juga terjadi pada Euglena dan jamur Pilobolus.

Kemotaksis
  • Selain sinar ada pula zat lain yang mampu berfungsi sebagai rangsang gerak taksis. Bakteri oksigen pada umumnya bergerak ke tempat-tempat yang menghasilkan atau banyak mengandung oksigen. Contoh gerak taksis terjadi juga pada sel gamet tumbuhan lumut. Spermatozoid pada arkegonium juga bergerak karena tertarik oleh sukrosa atau asam malat. Pergerakan ini terjadi karena adanya zat kimia pada sel gamet betina. Taksis yang disebabkan oleh zat kimia seperti ini disebut kemotaksis.

Thermotaksis
  • Dengan impuls berupa suhu, terjadi pada golongan algae yang bergerak ke daerah yang memiliki suhu yang lebih tinggi.
Semoga berguna hehehe

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment