Bagaimana Trotoar Yang Ideal?

Posted by Education World on Tuesday, 15 September 2015



Bagaimana Trotoar yang bagus? -- Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang terletak di daerah samping jalan, diberi lapis permukaan, diberi elevasi lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan. Fungsi utama trotoar adalah untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki tersebut. Trotoar biasanya ditempatkan pada samping jalan yang ramai akan pejalan kaki, sehingga keamanan dan kenyamanan pejalan kaki tersebut perlu dijamin agar tidak terganggu oleh lalu lintas yang ada. Daerah yang memerlukan adanya trotoar diantaranya daerah pasar, pusat perbelanjaan, dan daerah lain yang ramai akan pejalan kaki. Secara umum, trotoar dapat direncakan  pada ruas jalan yang terdapat volume pejalan kaki lebih besar dari 300 orang per 12 jam dan volume lalu lintas lebih besar dari 1000 kendaraan per 12 jam.
            Trotoar ideal seperti yang telah dijelaskan oleh Dinas Pekerjaan Umum memiliki ukuran bergantung pada letak dan volume pejalan kaki yang melewati trotoar tersebut. Lebar trotoar dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
                W = Lebar trotoar (m)
                V = Volume pejalan kaki rencana/dua arah (orang/meter/menit)
                N = lebar tambahan sesuai dengan keadaan setempat (m)



Kondisi trotoar sekarang pada umumnya tidak layak bagi para pejalan kaki karena keberadaannya yang kerap dipakai oleh pedagang kaki lima maupun pengamen jalanan sehingga menyebabkan kerawanan bagi pengguna jalan. Selain adanya gangguan dari pedagang kaki lima, pejalan kaki di trotoar kerap diresahkan oleh adanya kendaraan bermotor yang memasuki daerah trotoar. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika jalanan macet sehingga para pengendara motor memilih jalur trotoar sebagai alternatif dalam menerobos kemacetan. Tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak para pejalan kaki sehingga perlu hukuman yang tegas. Selain permasalahan tersebut, trotoar juga sering mengalami genangan air ketika hujan tiba. Tentu ini juga membahayakan pejalan kaki karena bisa saja mereka terpeleset dan terluka.
Melihat permasalahan trotoar diatas, saya akan memberikan beberapa solusi tentang keberadaan trotoar agar lebih baik kedepannya.
Pertama, lebar trotoar hendaknya disesuaikan dengan kondisi keramaian dan letak trotoar tersebut. Tentunya lebar trotoar disekitar pusat perbelanjaan akan berbeda dengan yang berada di daerah pemukiman warga. Semua itu bertujuan agar kapasitas trotoar bisa mencukupi dan pejalan kaki merasa nyaman berjalan di trotoar tersebut.
Kedua, tinggi trotoar harus lebih tinggi dari jalan raya di sampingnya. Hal ini agar pengendara sepeda motor tidak bisa masuk sembarangan ke jalur trotoar. Selain itu, trotoar tidak bisa dengan mudah dijadikan sebagai lahan parkir liar oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Selain ditinggikan, keberadaan trotoar harus dibatasi oleh suatu pembatas agar para pedagang kaki lima dan pengendara di jalan raya tidak bisa memasuki area trotoar dengan bebas.
Ketiga, kemiringan trotoar hendaknya 2-4% agar saat terjadi aliran air hujan, tidak terjadi genangan sehingga tidak membahayakan pengguna trotoar.
Keempat, Pembangunan saluran air dibawah trotoar. Hal ini dilakukan bila lahan terlalu sempit untuk dibangunnya trotoar dan saluran drainase secara bersamaan.
Kelima, dibangunnya trotoar layang. Hal ini dimaksudkan agar pengguna jalan raya tidak merasa terganggu oleh banyaknya orang yang berlalu lalang di trotoar yang terkadang menyebrang jalan secara sembarangan. Konsep ini telah diterapkan di salah satu kota tersibuk di dunia, Mumbai, India, dimana saat jam jam sibuk, di kota ini terdapat ribuan orang berjalan kaki. Pemerintah pun ingin menyediakan sarana bagi pejalan kaki yang memadai namun tidak mengganggu kelancaran lalu lintas yang ada di sampinya. Model ini dinilai efektif untuk mengatasi besarnya volume pejalan kaki namun tanpa mengganggu kelancaran jalan raya. Akan tetapi, sisi negatif dari trotoar layang ini adalah biaya pembangunannya yang besar.
Keenam, Penerangan yang memadai. Hal ini dimaksudkan agar pengguna trotoar bisa lebih hati hati dengan keadaan trotoar terutama saat malam hari sehingga kecelakaan bisa diminimalisir. Selain itu, adanya penerangan bisa juga dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kriminalitas karena para penjahat umumnya beraksi di tempat yang gelap.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment