PERHITUNGAN WAKTU LAMPU LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN

Posted by Education World on Friday, 30 October 2015


Make You Smarter - Pada dasarnya persimpangan yang menanggung volume kendaraan yang besar tidak dapat dikendalikan secara aman dan memuaskan tanpa lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas pertama kali digunakan di Westminster pada tahun 1868. Penggunaan lampu lalu lintas bermanfaat dalam memberikan pergerakan lampu lalu lintas yang teratur dan dapat mengurangi frekuensi kecelakaan yang timbul. Namun, pada dasarnya pengaturan lampu lalu lintas bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan (traffic handling capacity), sehingga waktu tundaan kendaraan yang hendak melintasi persimpangan dapat diminimasi.
Lampu lalu lintas dioperasikan dengan menggunakan mesin atau listrik. Lampu lalu lintas berfungsi dalam mengarahkan lalu lintas  untuk berhenti atau terus berjalan. Pada dasarnya, ada dua jenis lampu lalu lintas yang dapat dioperasikan antara lain sebagai berikut :
1.      Sinyal waktu tetap (fixed time signals) Lampu dioperasikan berdasarkan pada suatu program yang sebelumnya telah ditetapkan dalam durasi yang tetap. Lampu ini dilengkapi dengan saklar waktu untuk mengubah pengaturannya pada periode tertentu untuk mengatsi kondisi lalu lintas yang berbeda. 
2.      Sinyal yang diaktifkan oleh kendaraan (demand signals) Untuk mendeteksi jumlah kendaraan yang masuk pada jarak beberapa meter memerlukan detector yang dihubungkan dengan suatu kontroller. Dengan terhubungnya detector dan kontroller , maka kontroller akan mengatur waktu siklus dan merubah sinyal dalam memberikan respon pada permintaan lalu lintas. Tingkat kecanggihannya tergantung pada  kompleksitas kontroler, jumlah dan jenis informasi detektor.
Untuk menentukan waktu penyalaan lalu lintas dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 
1.      Pengukuran aliran kendaraan di persimpangan Aliran kendaran diukur menurut jenis kendaraan (mobil, minibus atau truk, sepeda motor)  dan arah pergerakannya.
2.      Pembagian fase dari pergerakan yang ada di persimpangan  Pembagian fase terutama ditentukan oleh jumlah ruas jalan yang memasuki persimpangan dan jumlah arus atau volume kendaraan yang belok kanan (right turning traffic) 
3.      Menentukan aliran jenuh (Arus Saturasi) Untuk menentukan besarnya arus saturasi atau aliran jenuh pada masing-masing pergerakan, dapat dilakukan dengan mengukur lebar jalan dan kondisi lingkungan (faktor minor lainnya seperti ada kendaraan yang parkir dipersimpangan jalan tersebut).
4.      Menentukan tingkat arus lalu lintas atau flow rasio Setiap ruas individu-individu pada suatu fase akan mempunyaiflow rasio yang berbeda-beda yang bervariasi menurut waktu.
5.      Menentukan waktu hilang total per siklus. Waktu hilang total per siklus adalah jumlah waktu sia-sia pada starting delay dan waktu sia-sia pada periode antar hijau.
6.      Menetukan waktu siklus, waktu hijau efektif dan waktu hijau aktual Panjang waktu siklus pada lampu lalu lintas yang beroperasi secara fixed time tergantung pada panjang waktu siklus. Waktu siklus dapat dikatakan optimal apabila panjang antrian atau waktu menunggu keseluruhan ruas jalan masuk menuju persimpangan tersebut dapat diminimasi.
7.      Menentukan waktu tundaan rata-rata Waktu tundaan rata-rata yang dialami tiap kendaraan merupakan suatu fungsi dari panjang waktu siklus, proporsi panjang siklus lampu hijau, volume jalan dan rasio arus.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment