Kumpulan Ilmu Pengetahuan, fakta, dan ragam dunia

Home Top Ad

Responsive Ads Here
Showing posts with label Education. Show all posts

Tumbuhan ini secara evolusi paling sederhana dibanding paku dan tumbuhan biji . Mengapa karena Tumbuhan lumut itu masih Non Tracheophyta ...

Tumbuhan ini secara evolusi paling sederhana dibanding paku dan tumbuhan biji .
  • Mengapa karena Tumbuhan lumut itu masih Non Tracheophyta belum punya jaringan pengangkut Xilem dan Floem
  • Tumbuhan lumut transportasi masih secara alamiah sederhana secara difusi dan osmosis/difus antar sel ke sel pada antar organnya nya
  • Transportasi hasil fotosintesis berupa glukosa dan air yang digunakan fotosintesis tidak melalui jalan khusus berupa xylem dan floem seperti pada tumbuhan yang lebih maju seperti Paku dan tumbuhan biji OK
  • Tumbuhan lumut ini hidup kosmopolitan dimana saja bisa sehinga bisa sebagai pioner kehidupan mengingat kesederhanaan struktur tubuhnya , artinya dengan kondisi seadanya asal ada matahari dalam kondisi lembab , hanya ada bahan anorganikpun hiduplah dia .
  • Maka suatu tempat berupa ekosistem terestrial , tempat itu lembab ada sedikit matahari pasti bisa kita temukan lumut
  • Bisa di pohon pohon sebagai epifit , atau di atas tanah seperti tumbuhan yang lain OK
Sangatlah Jelas karena ia sebagai perintis ia dipastikan sebagai kehidupan Autotrop.
Kehidupan Autotrop artiya mampu menyediakan bahan organik sendiri dengan melakukan fotosintesis , maka semua lumut pasti berklorofil sehingga berwarna hijau.

Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.).

KARAKTER YANG DIPUNYAI Dapat disimpulkan
  1. Tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talophita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormophyta/ akar , batang , daun jelas ). alasannya2. Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada,
  2. Tumbuhan lumut melekatkan ke substrat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu/semacam akar)
  3. Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof artinya bisa membuat bahan organik dari bahan anorganik dengan melakukan fotosintesis. Glukosa tersedia ditubuhnya dengan mengbah air dari tanah dan CO2 dari udara yang jumlahnya tak terbatas .
  4. Lumut tumbuh di berbagai tempat (kosmopolitan) dapat dijumpai di mana mana asalkan lembab
  5. habitat didaratan yang lembab atau hidup pada daun-daun sebagai epiphyt .
  6. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.
  7. Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem). sehingga di golongkan dalam kelompok Tumbuhan Non Tracheophyta ( Tak berpembuluh)
  8. Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu: a. Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid b. Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum Berdasarkan letak gametangia (anteridium dan arkegonium ini lumut dikelompokkan A. Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu Monoesius : Lumut daun/Musci B. Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius) : Lumut hati/hepaticae
  9. Mempunyai cara hidup yang berupa pergiliran keturanan disebut Metagenesis
  10. Fase Gemetofit tumbuhan lumut umurnya lebih lama di alam karena berupa tumbuhan lumut sedang Sporofitnya lebih pendek karena setelah tua sporogonium sporanya habis mati
METAGENESIS ( DAUR HIDUP)
  • Metagenesis adalah Pergiliran keturunan secara Vegetatif dengan yang Generatif bergantian
  • Pergiliran keturunan menghasilkan Organ kelamin disebut Gametofit (Tumb. Lumut)
  • Pergiliran keturunan yang menghasilkan spora disebut fase Sporofit ( Sporogonium)
  • Artinya di tubuh Tumuhan lumut pada semua organ daun dan batangnnya tidak ada spora
  • Spora baru kita temukan di Sporogonium ( bangunan gelembung berisi spora) yang menempel di tumbuhan lumut dibagian atasnya ( ingin lihat silahkan )
  • Jika kita amati Sporogonium yang berupa bangunan yang menggelembung itu seperti buah pada tanaman tinggi ( emang bener) karena sporogonium itu berasal dari perisiwa fertilisasi 2 gamet seperti terbentuknya buah pada tumbuhan biji akibat tersatunya putik dan serbuk sari OK
MEKANISME
  • Metagenesisnya berurutan dari : Spora - Protonema - Tumbuhan Lumut - menghasilkan Anteridium dan Arkegonium - Anteridium menghasilkan sperma dan Oogonium menghasilkan ovum
  • Segera spermatozoid menemui ovum di arkegonium membentuk Zygot Geraknya secara kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkan oleh sel telur -
  • Terbentuknya Zygot hasil peleburan sperma dan ovum di arkegonium itu akan tumbuh menjulang membentuk tangkai (Sporogoniophore) yang kemudian menggembung membentuk Sporogonium .


Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :
  1. Vaginula (dasar tangkai /kaki)
  2. Seta (tangkai)
  3. Apofisis (ujung seta yang melebar)
  4. Sporogonium yang tersusun atas kotak Spora
  5. Kaliptra (tudung) sporogonium
  6. dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora).
  7. Spora yang ada di sporogonium bersifat haploid (dibentuk oleh Sel Induk Spora di Sporogonium secara Miosis)

Berikut kami berikan sistem /skema Metagenegesis secara sederhana agar lebih jelas gambar saya bandingkan dengan tumbuhan Paku


KlASIFIKASI LUMUT MELIPUTI
  1. Classis Hepaticae
  2. Classis Musci
1. Kelas HEPATICAE (lumut hati) :
  • Marchantia polymorpha >> bentuknya pipih seperti pita, dahulu digunakan untuk pengobatan hepatitis., Antheridium dan Arkegonium terpisah ( Monoceus)
  • Batang membentuk rhizoma yang dibungkus daun sehingga tak terlihat seperti lumt daun OK




2. Kelas MUSCI (lumut daun) :
  • Pogonatum
  • Sphagnum fimbriatum
  • Sphagnum acutilfolium
  • Sphagnum squarrosum
  • Sphagnum ruppinense
  • Semuanya dinamakan lumut daun dan sering disterilkan dan digunakan orang sebagai pengganti kapas.
Agar lebih jelas lagi ini kami sertakan fisik tumbuhan yang ada dialam yang bisa dibandingkan dengan sekematiknya metagenesis yang ada pada keterangan diatas


DESKRIPSI
Lumut daun (Pogonatum sp dan Sphagnum)
  • Lumut daun (Pogonatum sp dan Sphagnum) merupakan bentuk thallus seperti tumbuhan kecil yang mempunyai batang semu tegak dan lembaran daun tersusun spiral.
  • Hidupnya berkelompok, menempel pada tembok, batu dan tanah atau banyak ditemukan pada tempat yang lembab atau basah.
  • Lumut daun (Pogonatum sp dan Sphagnum) generasi gametofitnya terbentuk dari protonema yang tumbuh menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, yang dapat dibedakan bentuk daun, batang dan akarnya.
  • Organ pada tumbuhan Pogonatum sp terdiri atas daun semu, batang semu, dan akar semu (rhizoid).
  • Lumut daun (Pogonatum sp dan Sphagnum) ini mempunyai bagian yang menyerupai batang dan daun berklorofil.
  • Baik batang maupun daun belum mempunyai jaringan pengangkut.
  • Daunnya berwarna hijau, karena mengandung klorofil yang berguna untuk berfotosintesis, bentuknya kecil dan tersusun selapis sel yang kecil, sempit dan panjang seperti jala.
  • Daun pada lumut hanya mempunyai satu sel saja, kecuali dibagian tengah ibu tulang daun yang terdiri atas lebih dari selapis sel.
  • Diantaranya terdapat sel-sel mati yang berbentuk spiral berfungsi sebagai tempat persediaan air.
  • Batang pada Lumut daun (Pogonatum sp dan Sphagnum) berbentuk silindris, belum terdapat jaringan pembuluh, sel-sel batang tersusun memanjang,
  • Pada bagian dasar batang terdapat rhizoid yang berupa benang halus dan berfungsi sebagai akar yang merupakan tempat untuk melekatkan diri.
  • Pada ujung/pucuk tumbuhan terdapat alat perkembangbiakan seksual berupa kotak spora (spora) yang terdiri dari anteridium dan arkogenium.
  • Pada ujung batang terlihat adanya sporangium, yaitu kapsul yang mencuat ke atas pada arkogenium, sebagai tempat pembelahan meosis terjadi dan spora haploid berkembang.
  • Alat kelaminnya terkumpul pada ujung batang atau pada ujung cabangnya,
  • Alat kelaminnya dan dikelilingi daun-daun yang letaknya paling atas.
  • Daun-daun ini memiliki susunan yang khusus, biasanya disebut periantum.
  • Perkembangbiakan bisa terjadi secara vegetatif maupun generatif.
  • Perkembangbiakan vegetatif berlangsung dengan pembebasan spora dari kapsula sebagai hasil dari pembelahan sel induk spora secara meosis yang menghasilkan tempat spora atau tetraspora.
  • Jika sporangium (sporofit) telah masak, kaliptra dan opeculum lepas dan jatuh. Ketika penutup sporangium membuka, spora akan menyebar.
  • Jika udara disekitarnya kering, gigi-gigi peristom akan menggulung keluar sehingga spora dapat keluar. Spora tersebut akan diterbangkan oleh angin.
  • Jika spora jatuh di tempat yang sesuai atau jatuh pada tempat lembab akan membentuk lumut baru melalui pembelahan mitosis.
  • Perkembangbiakan generatif atau secara kawin dengan menghasilkan sel telur dan sel spermatozoid
  • Sel telur dan sel spermatozoid yang diproduksi oleh antheridium dan arkhigenium
  • Dengan pembuahan sel telur oleh sel jantan dengan medium air karena gaya tarik kimia (kemotaksis), pembuahan ini menghasilkan zigot.
  • Zigot akan membelah beberapa kali sehingga terbentuk embrio yang tumbuh menjadi sporongium (badan penghasil spora) atau tumbuhan penghasil spora (sporofit).
  • Jadi, sporofit merupakan tumbuhan generatif.
KLASIFIKASI LUMUT DAUN
  • Kingdom : Plantae
  • Divisio : Bryophyta
  • Classis : Musci
  • Ordo : Bryales
  • Familia : Bryalececie
  • Genus : Pogonatum/ Sphagnum
  • Spesies : Pogonatum sp./ Sphagnum fimbriatum/ Sphagnum acutilfolium dll

Lumut hati ( Marchantia polymorpha )
  • Lumut ini disebut lumut hati karena lembaran daun (lobus) yang menyerupai hati pada hewan.
  • Tumbuhan ini berklorofil
  • Hidup di tempat yang lembab dan tumbuh pada permukaan yang terlindung dari sinar matahari secara langsung.
  • Hidup dan menempelkan tubuhnya pada tanah dengan menggunakan rhizoidnya sebagai akar.
  • Tumbuhan ini mempunyai batang yang bercabang dengan bagian-bagian berupa daun yang mempunyai ibu tulang tetapi belum mempunyai berkas pengangkut.
  • Pada sisi rusuk tengah terdapat badan-badan dengan tepi bergigi.
  • Lumut hati berwarna hijau, dengan tubuh terbagi menjadi beberapa lobus dan pada bagian ujung terbelah dua.
  • Siklus hidup lumut hati sangat mirip dengan siklus hidup lumut daun.
  • Di dalam sporongia beberapa lumut hati sel-selnya terbentuk kumparan yang muncul dari kapsul ketika kapsul tersebut membuka, yang membantu menyebarkan spora.
  • Lumut hati mempunyai bentuk yang sederhana dan thallus bersifat radial, bentuk seperti pita atau hati, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu dan mempunyai satu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol.
  • Selain itu, pada bawah thallus terdapat rhizoid yang bersifat fototrop dan dinding selnya mempunyai penebalan ke dalam membentuk seperti sekat yang tidak sempurna.
  • Pada sisi bawah terdapat selapis sel yang menyerupai sisik perut.
  • Permukaan atas thallus mempunyai lapisan kutikula, oleh sebab itu tidak mungkin dilalui oleh air.
  • Sisa jaringan thallus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil atau sangat miskin klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
  • Pada sisa atas rusuk tengah, terdapat badan seperti piala dengan tepi bergerigi yang merupakan piala eram atau keranjang eram.
  • Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit.
  • Kemudian gametangium tersebut menggulung dan mengadakan percabangan hingga akhirnya membentuk satu badan seperti bintang.
  • Lumut hati berkembang biak secara kawin dan tak kawin atau secara seksual maupun aseksual.
  • Secara kawin/seksual dengan arkhogenium atau alat kelamin betina dan antheridium atau alat kelamin jantan yaitu dengan membentuk gamet jantan (anteridium)dan gamet betina (arkogenium), kedua gamet ini terbentuk pada gametofit.
  • Dalam siklus fase gametofit lebih dominan daripada fase sporofit.
  • Secara aseksual, dengan cara membentuk spora dan pada sporofit membentuk gemma, yaitu titik tumbuh berbentuk cawan yang terletak pada bagian dorsal tumbuhan.

KLASIFIKASI LUMUT HATI
  • Kingdom : Plantae
  • Divisio : Bryophyta
  • Classis : Hepaticeae
  • Ordo : Marchantiales
  • Familia : Marchanticeae
  • Genus : Marchantia
  • Spesies : Marchantia polymorpha
BERIKUT DISAJIKAN PERBEDAAN LUMUT HATI DAN LUMUT DAUN



Make You Smarter Blog -  Jaringan adalah sekumpulan sel yang sama baik bentuk ukuran dan fungsinya . artinya jika kita menggambar suatu ...




Make You Smarter Blog - Jaringan adalah sekumpulan sel yang sama baik bentuk ukuran dan fungsinya . artinya jika kita menggambar suatu jaringan maka harus : lebih dari satu sel, bentuk dan ukuran dalam gambar misalnya bulat selnya ya harus bulat pula yang lainnya , apabila bentuk nya lain ya pasti itu sudah membentuk organ, karena organ itu disususn oleh lebih dari 1 jaringan .
(lihat gambar)
Jadi jaringan epithellium itu artinya jaringan yang tersusun atas sel sel epithelium yang bentuk , ukuran dan fungsinya sama , begitu pula jaringan syaraf ya jaringan yang tersusun atas sekumpulan neuron yang bentuk , ukuran dan fungsinya sama .OK
Jangan sampai sekali lagi punya image mau menggambar jaringan , namun yang digambar hanya satu sel .
Untuk menghafal jaringan di tubuh manusia ini saya punya cara menghafal yang mudah yaitu , pegang lengan kita amati sebentar kemudian sentuh , apa yang bisa kita analisa
  • terlihat lengan tangan kita itu dilindungi oleh kulit , Lha bagian luar itu jaringan epithel
  • jika jaringan epithel itu kita kelupas / terkelupas pasti kelihatan daging to , itu pasti jaringan otot karena daging itu sekumpulan sel otot )
  • apabila daging yang terlihat karena epithelnya terkelupas akan kita kelupas pasti rasanya sakit to , itu karena ada jaringan syarafnya .
  • meskipun sakit tetap kita lakukan ya pasti berdarah itu pasti jaringan darah (sebagai jaringan penyokong)
  • jika sudah keluar darah tetap daging dikelupas , maka akan terlihat tulang itu pasti sekumpulan jaringan tulang (sebagai jaringan penyokong )
  • begitu seterusnya akan terlihat jaringan lemak , memutuskan jaringan ikat dll
kesimpulannya Tubuh kita itu disusun oleh
  1. jaringan epithellium
  2. jaringan otot
  3. jaringan syaraf
  4. jaringan penyokong
  • jaringan darah
  • jaringan tulang rawan (kartilago)
  • jaringan tulang
  • jaringan ikat
5. jaringan lemak (adiposa) .OK

Untuk detail ya harus baca masing masing uraian ini

1. Jaringan Epithllium

Jaringan epitel adalah jaringan yang membungkus permukaan tubuh baik yang diluar (epithel) maupun bagian yang dalam ( endothellium) , karena membungkus maka dipastikan letaknya pasti paling luar berhubungan dengan udara.
kalau dilambung ya paling luarnya lambung yang ada udaranya , karena polanya paling luar maka si endothelium itu kebanyakan berupa saluran saluran (ductus) yang ada aksesnya keluar .OK
Jaringan epithel ini salah satu empat jaringan dasar (lainnya: jaringan otot, jaringan saraf, jaringan penyokong). Dahulu istilah epitel digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada di atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir (Epitel: Epi di atas; Thele bibir). Istilah ini kini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi sesuatu struktur dan saluran.

SIFAT UMUM

  • Jaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas
  • terletak paling luar maka sebagai proteksi
  • susunannya rapat satu sama lain. oleh karena itu, jaringan epitel dapat dikatakan sebagai jaringan yang seluler.
  • jika di saluran selain proteksi juga bisa untuk akses transportasi misal alveolus , usus halus ( sebagai absorbsi bisa osmose maupun difusi ) jika di kulit ya bisa sebagai indra.
  • sangat cepat regenerasinya karena sebagai proteksi segera harus tergantikan jika rusak
  • tentu tidak ada pembuluh darah dalam jaringan ini (zat makanan diberikan ke jaringan secara difusi dari pembuluh darah kapiler) yang terletak di jaringan di bawahnya.
  • bentuknya bervariasi tergantung dari letak maupun perannya ( posisi menentukan peran)
Embriologi
Jaringan epitel dapat berasal dari:
  1. Ektoderm. Misalnya epitel pada kulit
  2. Entoderm. Misalnya epitel pada saluran pencernaan
  3. Mesoderm. Misalnya epitel pada saluran kemih
Fungsi
Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. Fungsinya antara lain:
  1. Sebagai pelindung
  2. Sebagai alat sekresi
  3. Sebagai alat penerima impuls
  4. Sebagai alat penyaring atau filtrasi
  5.  Sebagai alat absorpsi
  6.  Sebagai alat respirasi
  • Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya epitel sendiri pun diberi pelindung yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir.
Klasifikasi Berdasarkan Bentuk & Susunannya dibedakan:
a. Epitel pipih selapis
  • Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel berbentuk pipih.
  • Lokasi: pembuluh limfe, endotel, kapsula glomerulus, alveoli, peritonium, pleura, perikardium.
  • Fungsi: difusi, filtrasi

b. Epitel kubus selapis

  • Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk seperti kubus.
  • Lokasi: tubula ginjal, saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, permukaan ovari, permukaan dalam lensa mata, sel-sel berpigmen dari retina.
  • Fungsi: sekresi dan absorbsi

c. Epitel silindris selapis

  • Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs (torak).
  • Lokasi: lambung, usus, kelenjar pencernaan, kantong empedu, saltran uterus, uterus, rongga hidung.
  • Fungsi: sekresi dan absorpsi

d. Epitel pipih berlapis banyak

  • Epitel berlapis pipih sebenarnya tidak semuanya berbentuk pipih.
  • Yang berbentuk pipih hanya pada sel sebelah atas.
  • Sel pada lapisan terbawah dapat berbentuk silindris.
  • Lokasi: epidermis, vagina, mulut, esofagus, saluran anus, ujueg uretra.
  • Fungsi: proteksi
e. Epitel kubus berlapis banyak
  • Epitel berlapis kubus jarang ditemukan pada tubuh.
  • Lokasi: kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar tiroid, ovarium, zakar.
  • Fungsi: sekresi dan ekskresi
f. Epitel silindris berlapis banyak
  • Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari dua lapisan saja.
  • Lokasi: saluran kelenjar ludah, saluran kelenjar susu, uretra, laring, faring, langit-langit mulut.
  • Fungsi: sekresi dan pergerakan.
g. Epitel silindris berlapis banyak
  • Lokasi: saluran reproduksi, rongga hidung, saluran pernapasan, saluran ekskresi yang besar.
  • Fungsi: sekresi, proteksi dan gerakan zat
h. Epitel transisional
  • Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng.
  • Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung).
  • Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh.
  • Lokasi: saluran kencing, kandung kemih, ureter, ginjal.
  • Fungsi: memungkinkan perubahan dalam bentuk.
2. Jaringan Otot
  • Jaringan otot adalah jaringan yang berperan dalam pergerakan tubuh hewan.
  • Karena jaringan otot inilah kita bisa menari, berlari, melompat, mencerna makanan, buang air besar, memompa darah, dan sebagainya.
  • Jaringan otot ini terdiri dari sel-sel otot. Sel-sel otot yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu sel otot lurik, sel otot polos, dan sel otot jantung.
1. Sel otot lurik
  • Sel otot ini dinamai sel otot lurik karena miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga membentuk garis-garis lurik pada jaringan otot.
  • Bentuk sel otot lurik adalah silinder dengan nukleus yang banyak.
  • Nukleus-nukleus ini terletak di pinggir.
  • Sel otot lurik sifatnya sadar dan tidak tahan lelah.
  • Sel otot lurik melekat pada rangka tubuh. Karena melekat pada rangka tubuh, sel otot lurik juga sering disebut sel otot rangka.
2. Sel otot polos
  • Sel otot ini dinamai sel otot polos karena memiliki miofibril yang homogen.
  • Bentuknya adalah gelendong dengan satu nukleus di tengahnya.
  • Sel otot polos sifatnya tidak sadar dan tahan lelah.
  • Sel otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, uterus, organ reproduksi wanita dan pria, organ sistem pencernaan, organ sistem pernapasan, iris mata, dan pembuluh darah.
  • Sel otot ini juga dikenal dengan nama sel otot involunter.
3. Sel otot jantung
  • Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung.
  • Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang.
  • Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel otot lurik.
  • Sel otot jantung sifatnya tidak sadar dan sangat tahan lelah.
  • Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung.
3. jaringan syaraf
  • Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron.
  • Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.

2. Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang berperan dalam pergerakan tubuh hewan. Karena jaringan otot inilah kita bisa menari, berlari, melompat, mencerna makanan, buang air besar, memompa darah, dan sebagainya.
Jaringan otot ini terdiri dari sel-sel otot. Sel-sel otot yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu sel otot lurik, sel otot polos, dan sel otot jantung.
1. Sel otot lurik

Sel otot ini dinamai sel otot lurik karena miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga membentuk garis-garis lurik pada jaringan otot. Bentuk sel otot lurik adalah silinder dengan nukleus yang banyak. Nukleus-nukleus ini terletak di pinggir. Sel otot lurik sifatnya sadar dan tidak tahan lelah. Sel otot lurik melekat pada rangka tubuh. Karena melekat pada rangka tubuh, sel otot lurik juga sering disebut sel otot rangka.

2. Sel otot polos
  • Sel otot ini dinamai sel otot polos karena memiliki miofibril yang homogen.
  • Bentuknya adalah gelendong dengan satu nukleus di tengahnya.
  • Sel otot polos sifatnya tidak sadar dan tahan lelah.
  • Sel otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, uterus, organ reproduksi wanita dan pria, organ sistem pencernaan, organ sistem pernapasan, iris mata, dan pembuluh darah.
  • Sel otot ini juga dikenal dengan nama sel otot involunter.

3. Sel otot jantung
  • Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung.
  • Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang.
  • Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel otot lurik.
  • Sel otot jantung sifatnya tidak sadar dan sangat tahan lelah.
  • Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung.
3. jaringan syaraf

jaringan-saraf
Terdapat 3 macam sel saraf
1.Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
2.Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3.Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.
Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas.
Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.
Jaringan Penguat
Jaringan penguat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.
Yang termasuk jaringan penguat adalah :
1. Jaringan Ikat
Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks.
Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua:
  1. Jaringan ikat longgar

  • Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis , serabutnya longgar.
  • Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.
  • Jaringan ikat longgar dikenal juga dengan nama Jaringan Ikat Areolar.
  • Jenis jaringan ikat ini banyak ditemukan adanya substansi dasar dan cairan jaringan.
  • Jaringan ikat longgar banyak mengandung sel pengembara seperti makrofag, sel mast dan sel yang tidak berdeferensiasi.
  • Jaringan ini banyak dijumpai pada pembuluh darah, saraf, diantara berkas otot, di bawah epitel.
  • Fungsi jaringan ini sebagai pengisi, penunjang dan bantalan, membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf
2. Jaringan ikat padat
  • Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih.
  • Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.
  • Jumlah serabut lebih banyak dari sel dan matrik.
  • Jaringan ikat padat dibagi menjadi 2, yaitu Jaringan Ikat Padat teratur dan Tidak teratur.
  • Jaringan Ikat Padat Teratur, mengandung terutama serabut kolagen. Serabut kolagen paling banyak dan tersusun saling menyilang. Populasi sel yang utama adalah fibroblast. Banyak dijumpai pada organ seperti : kapsula paru-paru, kapsula hati, ginjal, limpa, testis, fasia, aponeurosa, perikardium dan dermis.
  • Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur, terdapat dua bentuk tergatung macam serabutnya. Pada tendon dan ligamen mayoritas kolagen sedangkan pada ligamentum nukhe serabut elatis yang utama.
istilah penting
  • Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.
  • Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang.
  • Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.
  • fibroblas : sel penyusun jaringan ikat longgar yang berfungsi untuk sekresi dan sintesis protein pada serabut
  • makrofag : sel penyusun jaringan ikat longgar yang berfungsi sebagai pelindung ; terletak di dekat pembuluh darah; dan bersifat fagosit. (Jika ada bagian tubuh yang terluka, makrofag akan bergerak secara amoeboid)
  • histamine : hasil produksi sel mast (sel penyusun jaringan ikat longgar) yang berfungsi untuk mengatur permeabilitas kapiler darah.
  • heparin : hasil produksi sel mast (sel penyusun jaringan ikat longgar) yang berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.
2. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.
Ada 3 macam jaringan tulang rawan :
a.Kartilago hialin
Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.
Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.
b.Kartilago fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.
c.Kartilago elastik

Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada daun telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.
3. Jaringan Tulang
Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.
Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :
a.Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat. Contoh : tulang pipa.
b.Tulang spons, bila matriksnya berongga. Contoh : tulang pendek.

4. Jaringan Darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan. Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :

a.Sel darah
Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
b.Keping-keping darah (trombosit)
Berfungsi dalam proses pembekuan darah.
c.Plasma darah
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.
Berikut Deskripsi Darah
Sel-sel darah (bagian yg padat)
  • Eritrosit (sel darah merah)
  • Leukosit (sel darah putih)
  • Trombosit (keping darah)
Plasma Darah (bagian yg cair)
  • Serum
  • Fibrinogen
Fungsi Darah
Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
  1. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
  2. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal
  3. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
  4. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
  5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
  6. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah
  7. Menjaga kestabilan suhu tubuh.
  • Darah merupakan alat transportasi utama bagi tubuh kita.
  • Hal ini karena adanya jantung, pembuluh darah dan darah itu sendiri.
  • Darah melarutkan bermacam zat makanan, sisa metabolisme, oksigen, karbon dioksida,dan bahan-bahan lain yang dipompa jantung melewati pembuluh-pembuluhdarah ke seluruh tubuh.
  • Darah tersusun oleh plasma darah (terdiri atas air dan beberapa bahan yang terlarut) dan sel-sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah).
  • Sel darah merah selain berperan dalam pengangkutan oksigen dan karbon dioksida juga merupakan dasar penggolongan darah.
  • Sel darah putih berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh dari berbagai penyakit sedangkan keping darah berperan dalam pembekuan darah.
  • Darah selalu berada dalam pembuluh darah, maka peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup.
Peredaran darah manusia bisa dibagi menjadi dua yaitu
  • peredaran darah paru-paru (peredaran darah kecil)
  • peredaran darah sistemik (peredaran darah besar).
5. Jaringan Limfe/Getah Bening
  • Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, asam lemak.
  • Komponen selulernya adalah limfosit.
  • Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe.
  • Fungsi jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.
Jaringan Lemak (Adiposa)
  • Jaringan yang tersusun atas Sel lemak sering disebut adiposit, dan berasal dari sel mesenkim yang tidak mengalami diferensiasi.
  • Fungsinya untuk mensintesis dan menyimpan triglyserida.
  • Ada dua jenis sel lemak penyusun jaringan lemak yakni sel unilokular yaitu mengandung satu unit sel lemak dan ukurannya besar dan membentuk jaringan lemak putih.
  • Sedangkan sel lemak yang dibentuk oleh banyak unit lemak namun ukurannya kecil disebut multilokular dan membentuk jaringan lemak coklat.
  • Penyebaran lemak putih lebih banyak dibanding dengan lemak coklat. S
  • Jaringan lemak yang diisi sel lemak putih berbentuk bulat atau polihedral dengan diameter 120 ųm.
  • Jaringan lemak yang diisi sel lemakSel lemak coklat berbentuk poligonal.
Pilihlah Jawaban yang tepat