Nemathelminthes - Make You Smarter Blog

Posted by Education World on Sunday, 10 June 2012


Make You Smarter Blog Nemathelminthes merupakan salah satu anngota dari 9 filum kingdom Animalia (Hewan). Nelmathelminthes sendiri berasal dari bahasa Yunani yakti dari kata Nematos yang artinya benang dan Helminthes yang artinya cacing. Jadi, Nemathelminthes dapat juga disebut sebagai cacing benang karena bentuk tubuhnya ada yang seperti benang ( bulat memanjang ). Berbeda dengan Platyhelminthes yang belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sendiri sudah memiliki rongga tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati (semu). Oleh karena memiliki rongga tubuh semu, Nemathelminthes ini bisa disebut sebagai hewan Pseudoselomata. Kelompok cacing ini juga bisa dikatakan lebih maju jika dibandingkan dengan filum Platyelminthes dikarenakan sudah memiliki selom ( rongga tubuh ) sendiri meskipun berupa selom semu yang dibentuk oleh lapisan mesoderm dan endoderm.

I . CIRI-CIRI NEMATHELMINTHES
Ciri-Ciri dari filum Nemathelminthes sendiri antara lain adalah sebagai berikut :
ü  Memiliki tubuh yang berbentuk bulat panjang seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing, berbentuk gilig/silindris memanjang ,  tidak beruas-ruas, tidak bersilia, dan simetris bilateral
ü  Merupakan anggota dari kelompok hewan pseudoselomata ( Hewan yang memiliki rongga tubuh (selom) yang bersifat semu )
ü  Tergolong  triploblastik karena  tubuhnya terdiri dari 3 lapisan yaitu ektoderm , mesoderm dan endoderm denga rongga tubuh / selom yang masih bersifat semu
ü  Nemathelminthes sudah memiliki sistem pencernaan tubuh yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, dan anus
ü  Alat ekskresi berupa protonefridia (Tubulus/pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan disepanjang tubuh Sel )
ü  Belum memiliki sistem peredaran darah, jantung, dan sistem pernafasan
ü  Pertukaran gas pada filum Nemathelminthes ini berlangsung di seluruh permukaan tubuh
ü  Dalam tubuhnya terdapat cairan tubuh yang mirip dengan darah
ü  Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut
ü  Hidupnya ada yang bebas dan ada pula yang bersifat parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan lain. Nemathelminthes yang hidup secara bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang hidup secara parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya.
ü  Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari yang bersifat mikroskopis hingga yang panjangnya 1 meter. Umumnya, Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan
ü  Permukaan tubuh pada Nemathelminthes dilapisi oleh lapisan kutikula yang berfungsi untuk melindungi diri dari enzim pencernaan inang

II. STRUKTUR TUBUH NEMATHELMINTHES
             Seperti yang telah disebutkan di atas, cacing Nemathelminthes sudah memiliki sistem pencernaan sempurna, artinya telah memiliki alat pecernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, hingga anus dengan cairan pseudoselom dalam membantu sirkulasi makanan. Ukuran tubuh Nemathelminthes sendiri pada umumnya kecil dan banyak yang mikroskopik. Akan tetapi ada pula anggota dari filum Nemathelminthes ini yang berukuran hingga 1 meter. Tubuh bagian luar ditutupi oleh lapisan kutikula yang berfungsi untuk melindungi diri dari enzim pencernaan inang.
            Cacing ini tidak mempunyai sistem sirkulasi (pembuluh darah) dan sistem pernapasan sehingga kegiatan respirasi dan peredaran darahnya dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuhnya. Sistem ekskresi pada Nemathelminthes sendiri dilakukan melalui nefridium, yaitu tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Cacing betina pada umumnya lebih besar daripada cacing jantan. Antara jenis betina dan jantan juga dapat dibedakan dilihat dari ekornya. Pada cacing jantan, di dekat lubang anusnya, terdapat suatu tonjolan yang disebut dengan penial setae yang digunakan sebagai alat kopulasi, sedangkan pada betina tidak ditemukan penial setae di dekat lubang anusnya. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.
            Ukuran tubuh Nemathelminthes beragam, mulai dari kecil sampai besar. Kebanyakan spesies yang hidup di tanah berukuran kecil dengan kisaran panjang 1 – 2 mm, dan lebar 1/20 mm atau kurang. Bentuk tubuh Nemathelminthes pada ujung anterior dan posterior adalah meruncing. Pada ujung anterior terdapat suatu cekungan yang disebut dengan Amphid dan pada bagian posterior terdapat bentuk yang sama, dan dinamakan Phasmid. Amphid dan Phasmid berfungsi sebagai Chemoreceptor. Bentuk dasar tubuh Nemathelminthes ada dua macam, antara lain :
1. Fusiform, yaitu bagian tengah tubuh mempunyai diameter yang paling besar, jadi bentuk tubuhnya seperti gelondong.
2. Filiform, yaitu diameter tubuh dari anterior – posterior sama besar, jadi bentuk tubuhnya seperti benang.
            Ada juga bentuk tubuh yang merupakan kombinasi dari kedua bentuk tersebut. Secara morfologi, bentuk tubuh Nemathelminthes jantan dan betina adalah longitudinal. Di daratan, cacing ini bergerak dengan merayap seperti ular, sedangkan di air dengan cara berenang seperti belut. Sistem Ekskresi pada Nemathelminthes berupa protonefridia yang terdiri dari 2 saluran lateral yang bermuara di lubang bagian ventral.
            Nemathelminthes dewasa tersusun oleh ribuan sel somatik, ratusan diantaranya membentuk sistem reproduksi. Kutikula merupakan dinding tubuh bagian luar untuk pelindung bagian bawahnya. Ciriciri morfologi pada Nemathelminthes/Nemathelminthes antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Tubuh tidak bersegmen
  2. Bentuk silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina
  3. Simetris bilateral
  4. Binatang yang mempunyai tiga lapisan (tripoblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula
  5. Mempunyai rongga tubuh semu ( Pseudoselomata )
  6. Tubuhnya transparan
  7. Nemathelminthes parasit tanaman biasanya memiliki stilet
            Karena Nemathelminthes merupakan hewan tripoblastik, maka filum ini memilki tiga lapisa tubuh, antara lain :
*      Ektoderm
Dinding Tubuh Nemathelminthes (ektoderm) terdiri atas 3 lapis, yaitu :
1. Kuticula disebelah luar, tersusun atas protein dan diseksresikan oleh hypodermis. Protein yang menyusun kuticula berupa kallogen, sama dengan penyusun otot pada manusia. Berfungsi sebagai alat untuk mengambil oksigen dan lokomosi (pergerakan).
2. Hypodermis bagian tengah (epidermis), merupakan lapisan yang terletak dibawah kutikula. Berfungsi untuk mensekresikan kutikula dan untuk tempat penyimpanan lemak dan glikogen.
3. Otot longitudinal, terletak dibawah lapisan hypodermis. Kontraksi dari otot ini menyebabkan cacing tersebut dapat bergerak seperti ular.

*      Mesoderm
Pada Nemathelminthes ini, mesodermnya belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena mesodermnya belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar. Rongga yang terbentuk berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dengan dinding tubuh bagian luar.
*      Endoderm
Pada lapisan endoderm ini, terdapat berbagai macam saluran dan alat pencernaan Nemathelminthes seperti faring, esophagus/kerongkongan, usus, septuh, empela, tembolok, dll.
Struktur tubuh Nemathelminthes secara garis besar merupakan gambaran dua tabung, yaitu :
1. Struktur tubuh luar merupakan dinding tubuh
2. Struktur tubuh dalam merupakan alat pencernaan

III. REPRODUKSI NEMATHELMINTHES
             Semua Nemathelminthes umumnya tidak melakukan perkembangbiakan secara aseksual. Jadi, perkembangbiakannya dilakukan secara seksual yaitu dengan peleburan antara gamet jantan dan gamet betina. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, sampai sejauh ini belum pernah ditemukan adanya anggota Nemathelminthes yang berkembangbiak secara aseksual.  Sistem reproduksi Nemathelminthes sendiri bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal dan telur hasil fertilisasi tersebut dapat membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan. Dalam sekali proses fertilisasi, Nemathelminthes mampu menghasilkan telur lebih dari 100.000 buah per hari.

IV. KLASIFIKASI NEMATHELMINTHES
            Sampai saat ini, terdapat sekitar 80 ribu spesies Nemathelminthes yang telah diidentifikasi, dan diperkirakan jumlah tersebut baru mencakup 1/3 spesies Nemathelminthes yang ada di dunia. Filum Nemathelminthes secara garis besar dibagi menjadi dua kelas yaitu :
*      Nematoda
Ukuran nematoda berkisar dari yang berukuran kurang dari 1 mm hingga lebih dari 1 m, dan tubuh dilapisi kutikula. Sekitar 50 spesies Nematoda hidup parasit pada manusia. Berikut adalah beberapa spesies dari nematoda yang merupakan parasit bagi manusia :


*     Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut. Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak.Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan tau minuman yang tercemar telur ascaris.
*     Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
            Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi ini umumnya hidup di dalam usus besar manusia. Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal. Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.
*     Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di daerah pertambangan tropis. Cacing tambang hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia. Cacing tambang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan dengan cacing perut. Cacing tambang jantan dewasa berukuran lebih kecil (sekitar 9 mm) dibandingkan cacing betina dewasa (sekitar 12 mm).
Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul meulut dengan 1-4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya. Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnya. Pada unung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi. Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin. Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat dekata bagian tengah tubuhnya.
*     Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria. Tempat hidup/habitatnya berada di dalam pembuluh limfa. Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah ( elefantiasis ), yaitu pembengkakan tubuh terutama pada bagian kaki. Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak. Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.
*      Nemathopora




V. PERANAN NEMATHELMINTHES
            Berdasarkan temuan para ahli anggota filum Nemathelminthes sebagian besar merugikan  manusia karena bersifat parasit, baik di dalam tubuh manusia maupun pada mahkluk hidup lainnya ( tumbuhan )
            Beberapa Contoh anggota Nemathelminthes yang parasit pada manusia antara lain sebagai berikut :
• Ascaris lumbricoides / cacing perut 
            Menyebabkan penyakit cacingan yang ditandai dengan berkurangnya nafsu makan
• Ancylostoma duodenale ( cacing tambang di Asia/Afrika )
• Necator americanus ( cacing tambang Amerika )
• Oxyuris vermicularis ( cacing kremi ) 
            Menyebabkan rasa gatal yang terjadi pada dinding anus
• Filaria branchofti ( cacing filarial ),
            Menyebabkan penyakit kaki gajah / elephantiasis
• Trichinella spiralis ( cacing otot )
           
Contoh anggota filum Nemathelminthes yang parasit pada tanaman :
• Heterodera radicicola

1 comment: