BUKTI EVOLUSI

Posted by Education World on Monday, 10 December 2012


Evolusi
Perubahan pada mahkluk hidup secara bertahap dengan waktu yang lama menuju kearah kesempurnaan , jika perubahan cepat kita sebut Revolusi

Katakter dari evolusi sebenarnya sederhana , agar mudah mengingat dan selalu ingat serta bisa sebagai patokan otak kita saya akan sajikan berikut
  1. Evolusi itu terjadi perubahan mahkluk hidup kearah sempurna
  2. perubahan itu karena di lingkungan ada program seleksi sehingga mahkluk hidup beradaptasi terjadi mutasi terbentuk variasi kemudian speciasi dan terjadilah evolusi
  3. evolusi harus perubahannya bertahap tidak sesegera sehingga perlu waktu lama dan track perubahan bergradasi sempurna ( tidak bulat langsung jadi kotak)
  4. karena ada track atau jejak perubahan maka evolusi itu bisa dibandingkan ( perlunya perbandingan ini , untuk merealisasikan fakta apakah ada evolusi)
  5. evolusi itu harus dari dulunya sama menjadi beda , tidak sebaliknya dari yang beda menjadi sama , maka ujung tombak evolusi dipastikan terjadinya speciasi ( dari dulunya species yang sama karena seleksi - adaptasi - mutasi ya pasti ada perubahan menjadi beda, jika yang berbeda itu sudah tidak bisa interhibridisasi ya terbentuklah speciasi) maka ilmunya Darwin Seleksi alam sungguh luar biasa untuk roh perubahan ini.
  6. Proses Evolusi harus dalam skala populasi tidak boleh hanya skala perubahan terjadi hanya pada individu ( jika ada tangan manusia ditemukan hanya satu itu bukan larena evolusi - cacat)
  7. Lha agar kita bisa mempelajari evolusi ini dengan rasional yang tinggi maka diperlukan pembuktian mudahnya segala sesuatunya kita percaya kan harus ada bukti bukti yang akurasinya tinggi
  8. Ini kami berikan bukti bukti secara singkat , buktinya apa baru nanti dibaca novel buktinya OK
BUKTI EVOLUSI

  1. Ada penemuan Fosil (track pembanding) berupa sisa organisme masa lampau yang telah mati , ini bisa menentukan bahwa ada kehidupan di masa lalu , sehingga kita tidak berfikir bahwa kita ada tidak begitu saja ada tetapi dari moyang kita
  2. diketemukan Organ Rudimenter di tubuh kita , Organ yang ada tetapi semakin tidak ada fungsi karena perkembangan zamannya. misalnya usus buntu, gigi taring , kelenjar susu pria , otot penggerak tellinga , tulang ekor jika organ itu kita amati semakin kita berfikir untuk apa ya ada organ itu . kelenjar susu pria , gigi taring dengan banyaknya pisau dan blender , ini semua berarti kita ada perubahan
  3. adanya variasi pada individu sehingga muncul keanekaragaman genetik maupun keanekaragaman species menunjukan ada perubahan yang nantinya mengarah ke speciasi
  4. Adanya Homologi , perbandingan perkembangan diantara hewan vertebrata pada tungkai (tulang apendikularnya). Struktur tulang penyusun apendikular yang sama namun karena keberadaan perannya beda menjadi beda , mudahnya struktur organ yang dulunya sama itu karena fungsi menjadi berbeda misal tangan manusia untuk memegang dan sayap burung yang untuk terbang yang komposisi tulangnya itu sama ada humerus-radius-ulna-carpal-meta carpal dan phalanges.
  5. Adanya perbandingan embryo pada hewan vertebrata (PARAM) dulunya sama menjadi beda sama dalam pembentukan zygot - morula - Blastula - Gastrula yang kemudian beda performance mahkluk hidup itu artinya setelah terjadi Defrensiasi dan specialisasi ternyata PARAM menjadi beda beda hasil perkembangan zygotnya jadi dulunya PARAM itu pernah sama karena lingkungan rahim atau tempat perkembangan embryonya beda ya akhirnya beda OK
  6. dll
dari Informasi diatas sekarang silahkan baca novel klasik evolusi yang ada seperti di buku evolusi manapun sama

Macam evolusi menurut kajian beberapa ahli evolusi

Evolusi berdasarkan arahnya Konsep evolusi ini dibedakan atas dua bagian yaitu:
  1. Evolusi progresif
  2. Evolusi regresif
  1. Evolusi Progresif : Merupakan evolusi yang menuju pada kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival). Contoh evolusi yang terjadi pada burung finch. Radiasi adaptif pada burung finch yang beradaptasi untuk mempertahankan hidup.
  2. Evolusi regresis Merupakan proses evolusi yang menuju pada kemungkinan kepunahan.
    Contoh evolusi yangh terjadi pada hewa dinosaurus

Evolusi berdasarkan pada skala perubahannya
Berdasarkan skala perubahannya evolusi dibedakan atas:
  1. Makroevolusi : Makroevolusi adalah perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala yang besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya species baru.

2. Mikroevolusi : Proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah pada perubahan frekuensi gen atau kromosom


Evolusi berdasarkan hasil akhirnya
  1. Evolusi divergen : Proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu species menjadi banyak species baru. Contoh Evolusi divergen adalah moyang vertebrata sebenarnya berjari 5, sekarang vertebrata yang masih memiliki jari 5 adalah manusia dan primate.
  2. Evolusi konvergen : Evolusi konvergen adalah proses evolusi yang perubahannya di dasarkan pada kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis sama pada nenek moyang yang sama. Contoh evolusi konvergen yang ditemukan pada lumba-lumba atau duyung dan ikan hiu yang terlihat sama, padahal ikan hiu termasuk dalam kelompok pisces, sedangkan lumba-lumba termasuk kelompok manusia.



Bagi kita apapun pernyataan tentang evolusi , agar menjadi realitras bahwa evolusi itu ada maka perlu adanya penyajian bukti sehingga penalaran evolusi semakin jelas . Berikut disajikan Petunjuk / Bukti bahwa Evolusi benar benar ada

Mengulang pernyataan Darwin tentang evolusi, evolusi mempunyai arti penurunan dari asal yang sama dengan modifikasi. Evolusi merupakan proses satu arah dalam waktu yang tidak dapat terbalikan (irreversible) untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan keanekaragaman dan tingkat organisasi yang lebih tinggi. Proses evolusi tidak dapat dikaji secara eksperimental atau secara empiris, oleh karena itu proses ini hanya bisa didukung melalui bukti-bukti langsung.

Bukti-bukti yang mendukung teori evolusi meliputi:

  1. Adanya variasi pada mahkluk hidup
  2. Diketemukan Fosil di berbagai lapisan bumi
  3. Adanya Pola sebaran geografi makhluk hidup /Isolasi Geografi
  4. Adanya Homologi organ tubuh pada kelompok mahkluk hidup Vertebrata
  5. Adanya persamaan dalam Embriologi perbandingan
  6. Adanya persamaan dalam Petunjuk secara biokimia
  7. Perbandingan fisiologi organisme
  8. Peristiwa domestikasi
  9. Petunjuk alat tubuh yang tersisa (Rudimenter)
1. Adanya variasi pada mahkluk hidup

Variasi makhluk hidup yang berasal dari satu keturunan Di dunia ini tidak pernah dijumpai
dua makhluk hidup yang identik sama. Bahkan anak kembar sekalipun pasti mempunyai suatu perbedaan.

Gambar : Variasi genetic pada kelompok kumbang

Demikian juga dengan individu-individu yang termasuk dalam satu specieas. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kefaalan, kebiasaan dan lain sebagainya.
Jadi antar individu dalam satu species terdapat variasi. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan lain-lain. Variasi-variasi satu species dalam perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda. Bila variasi di dalam species itu menghuni daerah yang berbeda, maka dalam perkembangannya akan menghasilkan varian yang berbeda.
Proses seleksi terhadap berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan selama bertahun-tahun akan menghasilkan varian yang makin jauh berbeda dengan moyangnya. Pemuliaan berbagai species liar secara berangsur-angsur akan menghasilkan species baru yang menguntungkan manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya species-species baru.

2. Diketemukan Fosil di berbagai lapisan bumi

Fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa binatang atau tumbuhan yang telah membatu yang tentu tidak bisa dipungkiri bahwa dulu ada mahkluk hidup dengan kita lihat track/jejaknya.
Fosil merupakan catatan sejarah yang sangat penting sebagai penunjuk adanya evolusi.
Dari hasil penelitian fosil diketahui bahwa pada masa lampau terdapat flora dan fauna yang sekarang tidak ditemukan lagi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan iklim, air, keadaan tanah, suhu, dll.
Dengan membandingkan struktur tubuh hean yang menjadi fosil dan hewan sekarang, dapat disimpulkan bahwa keadaan lingkungan di masa lampau berbeda dengan sekarang.
Beberapa tokoh yang mempelajari fosil hubungannya dengan evolusi, yaitu :
~ Leonardo da Vinci (Itali, 1452 – 1519)
Merupakan orang pertama yang berpendapat bahwa fosil merupakan suatu bukti adanya makhluk hidup di masa lampau.
~ George Cuvier (Prancis, 1769 – 1532)
Ahli anatomi perbandingan, yang mengadakan study perbandingan antara fosil-fosil dengan makhluk hidup yang ada sekarang. Selanjutnya menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa (atau pada setiap yang berbeda diciptakan makhluk yang berbeda pula. Setiap masa diakhiri dengan kehancuran alam, faham ini dikenal dengan kataklisma.

Darwin sendiri mengatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi tua mengadakan perubahan sesuai dengan bumi yang lebih muda. Oleh karena itu fosil pada lapisan lapisan bumi yang lebih muda berbeda dengan fosil di lapisan bumi yang tua.
Fosil yang ditemukan diberbagai lapisan bumi yang paling lengkap berupa fosil kuda, yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Perubahan yang ditunjukan oleh fosil-fosil kuda itu, merupakan petunjuk tentang kebenaran evolusi, yaitu perubahan-perubahan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama. Ilmu yang mempelajari tentang fosil disebut palaeontologi.

3. Adanya Pola sebaran geografi makhluk hidup /Isolasi Geografi di bentang dunia dengan letak lintang yang berbeda. Di samping kepulauan Galapagos, dalam ekspedisinya Darwin selama 5 tahun, juga singgah ke kepulauan Cape Verde, selanjutnya Darwin membuat perbandingan kedua pulau tersebut.
Keduanya mempunyai keadaan alam geografis dan iklim yang sama, tetapi mengapa jenis biotanya berbeda ?. Menurut Darwin, flora dan fauna di Cape Verde berasal dari pantai Afrika, sedang flora dan fauna di kepulauan Galapagos berasal dari daratan Amerika Selatan. Setiap makhluk hidup mempunyai kecenderungan untuk menyebar ke tempat lain.

Penyebaran organisme dapat dibedakan menjadi :
  1. Penyebaran aktif : bila penyebarannya di dorong oleh faktor kemampuan dari dalam individu sendiri. Misal : burung pelikan dari Amerika pindah ke Bali (Indonesia)
  2. Penyebaran pasif : bila penyebarannya disebabkan oleh adanya faktor-faktor luar. Misal : kelapa, enceng gondok yang menyebar karena terbawa arus air.

4. Adanya Homologi organ tubuh pada kelompok mahkluk hidup Vertebrata .
Artinya adanya Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama, dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda.

Apabila kita mengamati berbagai struktur organ tubuh vertebrata maka kita dapat temukan suatu yang menarik, misalnya anggota tubuh depan dari manusia dipakai untuk memegang, sedang pada burung anggota tubuh depan adalah untuk terbang. Kedua alat tersebut asalnya sama, tetapi karena arah evolusi, kedua organisme itu menjadi berbeda dan akibatnya terjadilah perubahan adaptif yang berbeda pula sehingga fungsinya menjadi berbeda.


Contoh : ~ tangan manusia homolog dengan kaki depan kuda
~ kaki depan gajah homolog dengan sirip dada ikan
Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai fungsi sama tanpa memperhatikan asalnya, disebut analog.
Contoh : ~ sayap burung analog dengan sayap kupu-kupu
~ belalai gajah analog dengan tangan manusia

Bila kita bandingkan tulang-tulang anggota tubuh depan mulai dari pisces, amphibia, reptilia, aves dan mamalia hingga manusia tampak adanya perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan fungsinya.


5. Embriologi perbandingan
Hewan multisel yang berkembangbiak secara seksual selalu mengalami tahap-tahap perkembangan, mulai dari zigot sampai fase-fase tertentu, berbagai jenis vertebrata menunjukan adanya persamaan, yaitu mulai dari zigot, morula, blastula, gastrula hingga fase tetentu dari perkembangan embrio.
Gambar: embriologi perbandingan

Setelah fase embrio, fase perkembangan- nya mengalami perbedaan. Adanya persamaan perkembangan pada semua golongan hewan vertebrata tersebut menunjukan adanya kekerabatan.
Perkembangan individu mulai dari sel telur dibuahi hingga individu tersebut mati, disebut ontogeni.


Kalau kita bandingkan dengan filogeni, yaitu sejarah perkembangan organisme dari filum yang paling sederhana hingga yang paling sempurna, maka terdapat kesesuaian dimana ontogeni merupakan filogeni yang dipersingkat. Dengan kata lain ontogeni merupakan ulangan atau rekapitulasi dari filogeni.

6. Petunjuk secara biokimia
Untuk menetukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara organisme yang satu dengan yang lain dapat diuji secara biokimia (uji presipitin). Uji ini adalah mengauji reaksi antara antigen-antibodi. banyak sedikitnya endapan yang terbentuk akibat reaksi tersebut dapat digunakan untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara suatu organisme dengan organisme lainnya.


7. Perbandingan fisiologi organisme
Organisme mempunyai ciri-ciri fisiologi yang semua seperti respirasi, ekskresi dan sebagainya. Meskipun secara morfologi dan jumlah sel yang membentuk setiap organisme berbeda-beda, tetapi terdapat kemiripan-kemiripan dalam kerja faal atau fisiologinya.
8. Peristiwa domestikasi
Mengubah tanaman/hewan liar menjadi tanaman/hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat.
Contoh : Burung Merpati
Variasi warna : putih salju, kuning emas, kemerah-merahan, hitam, berjambul, berkalung, dll.
Variasi jumlah bulu ekor : 12, 40


9. Petunjuk alat tubuh yang tersisa (Rudimenter)
Pada manusia danbeberapa jenis hewan dapat dijumpai berbagai alat tubuh yang tidak berfungsi. Alat tubuh pada manusia yang tersisa antara lain adalah:
  • selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
  • otot-otot (penggerak) telinga
  • gigi taring yang runcing
  • buah dada pada laki-laki
  • umbai cacing
  • tulang ekor.
Pada burung kiwi yang merupakan burung yang tidak dapat terbang terdapat alat tubuh yang tersisa sebagai akibat penyusutan sayap.

Ada pendapat yang cukup baik untuk didengar dari Teilhard de Chardin
  • Pendapat Teilhard de Chardin mengenai proses evolusi dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu:
  1. Tahap Geosfer: Tahap ini adalah tahap pra-hidup, tahap perubahan yang terutama menyangkut perubahan tata surya.
  2. Tahap Biosfer: Kalau ada tahap geosfer yang menjadi masalah adalah adanya “loncatan” dari materi tak hidup menjadi “materi” hidup, maka pada tahap biosfer yang dimasalahkan adalah “loncatan” munculnya manusia.
  3. Tahap Nesosfer: Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk hidup dalam hal ini manusia adalah terjadinya evolusi mengenai kesadaran batinnya yang semakin mantap.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment